KIMRAEHWA

Bring the boys out!~

[Fanfiction] Dark Valentine part1

Cast: Kwon Yuri

SHINee

Genre: tentukan sendiri

“Sudah bangun?” tanya sepupuku Kim Jonghyun yang ada di ruang tengah.

Aku Kwon Yuri. Baru kemarin malam aku kesini. Ke apartemen yang sepenuhnnya milik sahabat sepupuku Onew. Di apartemen ini masih ada 3 orang lagi selain sepupuku dan Onew, yaitu Kim Kibum, Choi Minho dan Lee Taemin. Ada alasan aku disini, satu, orang tuaku baru meninggal seminggu yang lalu tepat tanggal 3 februari kemarin. Kedua, aku menjual rumah yang aku punya satu-satunya untuk membayar hutang eomma dan appaku. Aku dan Jonghyun sama-sama sudah tidak punya orang tua, dan satu-satunya saudara yang kupunya tinggal dia.

“Ne hehehe. Mana teman-teman oppa?” tanyaku pada Jonghyun yang masih asik menonton TV.

“Masih tidur. Bangunkan mereka ya, Yul” suruh Jonghyun “Oh iya, kalau ada yang marah, bilang aku yang suruh” kata Jonghyun lagi sebelum aku pergi dari ruang tengah. Aku langsung menuju kamar terdekat.

Aku mengetok pintu pelan sebelum masuk ke kamar entah milik siapa ini lalu masuk kekamar ini. Tentu saja aku tidak takut kalau ini kamar pria, karna aku sudah punya izin dari Jonghyun hehehe.

“Annyeong~” aku masuk dan memperhatikan sekeliling tempat ini. Rapih, ya disini seperti kamar wanita. Rapih tidak seperti kamar Jonghyun dulu waktu SMP hehehe. Hey, ada poster milik artis luar negri. Hm.. selera anak dikamar ini lumayan keren.

“Siapa namanya ya? Aku lupa. Minho atau Taemin? Kalau Onew aku tau, dia itu mukanya agak alim. Kalau Key agak seram. Tapi kalau yang aegyo begini siapa namanya?” aku berhenti mengoceh setelah melihat bocah ini membuka matanya.

“Hey! Sedang apa kau disini noona?” bocah ini terpekik kaget setelah melihatku ada disamping tempat tidurnya.

“Ah, aku disuruh Jonghyun oppa membangunkanmu hehe maaf ya membuatmu kaget” aku menundukkan kepala 90˚ “Wah, ternyata kau lucu sekali ya?” aku mencubit kedua pipi bocah ini dengan gemas. Dia itu sangat lucu sekali dengan rambut jamur yang acak-acakan 😀

“Hey nenek lampir! Hentikan, sakit tahu!” kesalnya yang membuatku langsung melepaskan cubitan tadi dengan geram. Nenek lampir?

“Nenek lampir katamu?! Dasar bocah tengil!” aku menjitak bocah ini pelan. Aku takut ketahuan Jong oppa menyakiti anak kecil seperti dia ini -,-

“Memang benar!” bocah ini semakin menyebalkan. Aku hanya bisa mengalah dan mendengar ocehan-ocehan darinya.

“Ya, dengar ya anak kecil! Aku ini bukan nenek lampir. Aku KWON YU-RI. Arasseo?” aku mendesah kesal. Sungguh menyebalkan sekali anak ini. Sangat sangat menyebalkan.

“Namaku juga bukan BOCAH TENGIL namaku LEE TAEMIN!” dasar bocah sekalinya bocah tetap bocah huuuu.

“Kalian mengganggu sekali!” si muka jutek –Key- datang kekamar Lee Taemin dan langsung menghajar kami berdua dengan jitakannya. Aku dan Taemin hanya bisa mengeluh kecil karna sedari tadi Key hanya berceramah tentang blablabla.

“Oppa, si muka jutek itu mengesalkan sekali!” aku merengek layaknya anak kecil kepada Jonghyun oppa yang baru masuk kekamar Taemin. Jonghyun menjitak Key yang masih berceramah kepada Taemin. Hahaha rasakan itu muka jutek salah sendiri macam-macam.

“Huaaa!! Aku dibilang muka jutek ><” Key merengek dan keluar dari kamar Taemin entah kemana. Aku juga segera keluar dari sana sebelum Jonghyun oppa memarahiku karna insiden kecil tadi.

“Selanjutnya kamar yang ini” kataku menunjuk kamar yang bertuliskan kata ‘Lee Jinki’ didepan pintunya. Aku tidak tahu kamar siapa ini. Bisa jadi antara Onew dan Minho, karna aku tidak tahu nama asli dari mereka berdua. Tapi bisa jadi Onew?

“Astaga” aku melihat kamar ini begitu acak-acakan seperti kapal pecah. Buku-buku dimana-mana. Dan Oh my, aku melihat sesuatu terselimuti selimut. Jangan-jangan… itu mayat? Hiiii.

“Kyaaaa!! Ada mayat!!” aku berteriak sangat keras setelah melihat sesuatu diatas ranjang milik Lee Jinki. Sekarang ‘sesuatu’ itu bergerak, yang membuatku bergidik ngeri. Aku mulai terduduk lemas dipojok tembok. Aku baru kali ini bertemu mayat hidup. Kalau sampai aku dimakannya bagaimana? Aku kan belum pernah merasakan pacaran seumur hidup. Aku mau pacaran dulu ><

“Jangan makan aku, kumohon!” aku melihat mayat itu kini mendekat kearahku. Wajahnya berminyak dan berkeringat dan tampak seperti ONEW? Tapi aku masih tetap tak percaya itu Onew oppa. Itu pasti mayat hidup!

“Hey, jangan berteriak seperti itu. Memang siapa yang akan memakanmu hah?” tanya mayat hidup itu dan mendekat kearahku. Aku menutup mataku rapat-rapat dengan tanganku berharap mayat hidup itu menjauh.

“Hey, Kwon Yuri aku ini Lee Jinki kau ingat? Onew? Hey hey” ia memegang kedua tanganku dan melepaskan tanganku dari wajahku.

“Yuri-ah, jangan menangis” kata mayat hidup itu lagi dengan nada memelas. Aku mulai membuka mataku sedikit demi sedikit. Yah, ternyata itu bukan mayat hidup. Itu hanya Onew -______-

“Mm… benar kau Onew oppa? Bukan mayat hidup?” tanyaku polos. Bisa jadikan kalau mayat hidup ini asli? Kalau aku dimakan hidup-hidup bagaimana? Huaaa! Aku takut. Aku harap ada Jonghyun yang mau menolong huuhhu.

“Oh, jadi kau menganggapku mayat hidup? Baiklah, aku akan memakanmu aaarrrrrr” aku tertawa lega itu bukan mayat hidup ._. aku terlalu sering menonton film horror sih hahahaha.

“Aku mau mandi dulu ya? Badanku sudah bau keringat huaaah” iya menyiumi badannya yang mulai bau keringatnya sendiri. Pantas saja ada bau tidak enak dihidungku hahaha. Aku lalu keluar dan sisa satu orang yang belum kubangunkan yaitu Minho.

“Yang terakhir~” aku masuk kekamar Minho yang terletak disamping kamar Onew. Dan ada kejutan sebelum aku sempat masuk.

“Aish jinja!” aku meraba kepalaku. Ada segelumur tepung diseluruh badan dan kepalaku. Dasar Minho usil! Aku kembali memasukki kamar Minho. Dan lagi-lagi ada kejutan baru. Yeah, aku tergelincir diantara minyak, entah minyak apa ini. Aku meluncur seperti aku meluncur di tempat ice skating dan berakhir jatuh disamping meja kecil dekat tempat tidur Minho. Aku mendengus kesal. Sekarang bokongku sangat sakit bahkan aku tidak bisa berjalan karna sandalku telah basah terkena minyak tadi dan bokongku yang keseleo huhuuhu.

“Ya, Minho-ssi bangun! Aku butuh bantuanmu!” aku menggoyangkan tubuh Minho yang masih tergeletak ditempat tidurnya dengan pulasnya. Sekarang aku harus apa?

“Minho! Banguuuun!” aku menendang ranjang Minho dengan kakiku. Yah, mungkin tidak akan berhasil karna tendangannya cukup pelan.

“Hey! Bangun!” aku menggoncang tubuh Minho lagi. Tidak ada respon sama sekali. Sial sekali hari ini.

“Heh okay! SLEEPING PRINCE cepatlah bangun” aku mencubit tangan Minho dengan kesal. Dan lagi-lagi tidak ada respon kecuali dengkurannya yang semakin keras. Oh aku harus bagaimana? Kalau saja aku bawa handphone akan kulaporkan Minho pada Jonghyun oppa. Aku mencari-cari handphone milik si sleeping prince ini. Dan tidak jauh dari tempat aku berdiri terdapat seonggok handphone berdiam diri dimeja.

“Hem, jika kau tidak bangun! Akan kau laporkan perbuatanmu pada Jonghyun oppa! Lihat saja kalau tidak bangun” aku mengancamnya. Sekarang ia duduk ditempat tidurnya dan berjalan keluar pintu kamarnya dan tidak memperdulikanku SAMA SEKALI.

“Lihat saja kalau kau berani meninggalkanku disini sendirian!” ancamku lagi. Aku serius jika Minho itu tidak membawaku kepada Jonghyun oppa, aku akan melaporkannya sendiri.

“Baik! Tapi berjanjilah tidak mengadu!” dia menggendongku dan membawaku keruang tamu dimana disana sudah ada Jonghyun oppa yang sedang duduk dan menonton TV, si muka jutek dan bocah tengil tadi  yang sedang mengobrol dan si mayat hidup sedang mandi dan sudah pasti tidak di ruang tamu. Minho menurunkanku dan disambut dengan pertanyaan yang panjang lebar dari Jonghyun oppa.

“Yuri? Kau kenapa bisa digendong oleh Minho? Kau tidak apa-apa? Dan blablabla” ya ampun oppa, sikapmu dari dulu sampai sekarang selalu saja begitu. Kalau aku sakit pasti yang pertama kali mengoceh kau meski aku ini bukan adikmu ._.

“Tanyakan saja pada Sleeping Prince itu!” aku menunjuk si sleeping prince dan di jawab dengan sebuah senyuman sinis oleh Minho. Aku bergidik dan menuju Jonghyun yang pada akhirnya aku hanya bisa duduk bersama si muka jutek dan boceh tengil disampingku.

“Jangan katakan kau membangunkan Minho juga?” tanya Onew yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih. Aku hanya mengangguk dan menjawab apa adanya. Dan si muka jutek dan temannya si bocah tengil meneriakiku dengan satu kata “BODOH!” yang mebuatku dan Minho saling bertatapan.

“Huaaa! Diam kau bocah! Dan juga kau muka jutek diam kalian!” aku berteriak dan menangis diteriaki bodoh dan ditertawakan seperti itu. Jahat sekali, padahal aku tidak tahu apa yang membuat mereka tertawakan sebenarnya.

“Hey sudahlah Key, Taemin. Yuri juga tidak tahu apa-apa tentang kita berlima” Onew membuat Key dan Taemin berhenti tertawa. Semua yang ada disini mendekat kearahku termasuk Jonghyun dan sleeping prince itu.

“Yuri-ah, maafkan mereka ya?” tanya Jonghyun disambung dengan Onew yang memberikan senyumannya kearahku dan berbeda dengan Key, Taemin dan Minho yang malah menatapku sinis.

“Hey, minta maaflah pada Yuri” suruh Onew yang dibantah oleh Key “Enak saja, dia memanggilku muka jutek -,-“. “iya dia juga memanggilku bocah tengil dan lucu” sambung Taemin yang langsung ditertawakan oleh Jonghyun dan Onew. Minho hanya diam memperhatikan TV diruang ini.

“Hey, lalu kau kenapa tidak mau memaafkan Yuri?” tanya Jonghyun yang beranjak mematikan TV.

“Aku?” tanyanya memastikan semua telah diam “Tadi pas dia kepeleset, dia mengancamku kalau aku tidak bangun aku akan diadukan ke Jonghyun hyung. Lalu aku bangun dan mau meninggalkannya. Dia mengancam dan katanya kalau aku meninggalkannya aku akan diadukan juga. Akhirnya aku gendong saja kesini. Tahunya dia malah mengadu pada kalian. Aku tidak akan memaafkan dia!” celoteh Minho yang masih tidak aku ketahui maksudnya. Semua yang ada disini menatap Minho bingung dan dibalas dengan tatapan dingin si sleeping prince ini.

“Hey! Aduh ayolah, maksudku itu. Ah sudahlah susah menjelaskannya” Minho terdengar putus asa menjelaskan semuanya pada Jonghyun dan Onew.

“Ahm, aku yang meminta maaf kalau begitu” aku berusaha berdiri dan akhirnya terjatuh karna keseleo tadi. Untungnya Jonghyun menangkapku dan mendudukkanku kembali.

“Uh, sakit” aku mengeluh dan menangis di pundak Jonghyun.

* * * *

“Uhm?” aku dimana? Masih diapartemen Onew kan? Ini dikamar siapa?!

“Sudah bangun sleeping princess?” tanya Minho mengejekku dengan sinis.

“Hm? Bagaimana muka jelek sudah bangun rupanya?” sambar Key yang memperhatikanku sama dengan Minho.

“Rupanya nenek kita sudah bangun dari mimpi panjangnya hahaha” ejek Taemin yang membuatku kesal.

“Kalian masih marah?” tanyaku yang memperhatikan mereka satu persatu. Semuanya menatapku dingin seperti melihat orang yang dendam didepannya.

“Kelihatannya?” jawab Key dingin.

“Jeongmal Mianhamnida. Aku minta maaf” air mata mulai menetes. Padahal tadi pagi aku hanya bercanda memanggil mereka begitu. Tapi kenapa mereka jadi dendam begitu? Ini terlalu berlebihan. Aku punya alasan kenapa aku memanggil mereka seperti itu, Key karna sejak pertama bertemu kemarin ia terlihat jutek padaku. Lalu Taemin karna tadi pagi dikamarnya. Lalu Minho juga dikamarnya. Jadi tidak salahkan kalau aku memakai julukan seperti itu?

“Memangnya jika kau menangis kami akan memaafkanmu hah?” tanya Minho dingin.

“Jawabannya adalah NO” jawab serempak Key dan Taemin.

“Mana.. mana Jonghyun dan Onew oppa?” tanyaku yang berusaha tenang diantara 3 manusia ini.

“Mencari oppa-oppa terbaikmu ya? Hahaha” sindir Taemin.

“Hey! Aku hanya bercanda soal nama julukan kalian! Itu supaya aku mengingat nama kalian! Dan hentikan berbicara dengan kata ‘oppa terbaik’!” aku berusaha berdiri dengan paksa. Dan keluar dari sini, dan akhirnya aku malah jatuh dikerumunan manusia kejam ini. Sungguh tidak adil!

Aku kembali menangis menyesali hal yang kubuat tadi pagi. Ini sangat menyakitkan bahkan sangat sakit. Aku ingin ada dirumah bersama eomma dan appa aku ingin sekali. Tapi kenapa eomma dan appa pergi? Aku harap ini tanggal 1 april. Dan berharap ini semua adalah lelucon yang sudah direncanakan Onew, Jonghyun, Key, Taemin dan Minho. Tapi kelihatan dari sikap mereka bertiga yang dingin yang tidak mungkin ini lelucon!

“Kau kira dengan mengingat nama julukan kami, kau akan memanggil kita dengan nama asli hah? Tidak Mungkin” sindir Minho yang membuatku kembali menangis. 3 pria membuatku menangis seperti ini membuatku kesal! Baru kali ini aku menangis dihadapan 3 pria dan didepan jenazah appaku. Kasihan kau Yul.

“Ingat! Oppa-oppa baikmu sekarang sedang ada diluar kota. Jangan harap kita akan mengasihanimu!” kata Key dengan dingin dan bergegas keluar dari kamar yang kurasa milik Minho ini.

Aku sendiri disini bersama segelas air yang ada diatas meja tepat disampingku. Aku harap aku bisa berjalan dan segera menghabisi satu-satu anak itu. Tapi luka ini malah semakin nyeri. Aku tidak bisa berjalan dan hanya bisa menyeret diriku sendiri kearah tempat tidur yang ada disamping meja kecil.

* * *

“Eomma, appa. Aku ingin pulang” tiba-tiba aku bangun dan merasa tubuhku berada ditempat yang empuk seperti tempat tidur. Dan benar nyatanya aku ada disini. Tapi siapa yang mengangkatku keatas? Minho? Key atau Taemin? Jangan harap mereka, memberiku makan saja tidak mau dari kemarin.

“Minho?” aku terpekik kaget melihat Minho sedang terlelap dibawah lantai dengan menyenderkan kepalanya ditempat tidurnya tepatnya disamping aku tidur. Ia terbangun dan menatapku dingin. Tapi kali ini diselingi rasa lelah yang terlihat jelas diraut mukanya.

“Mm.. terimakasih Minho-ssi” aku menyungging seulas senyum yang dibalas pekikikan nyaring dari lawan bicaraku Minho.

“Kalau Jonghyun tidak memaksaku aku akan membiarkan kau tergeletak dilantai!” ak menunduk. Rupanya ia masih marah soal kemarin, padahal itu masalah sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan. Dasar JELEK ><

“Sudah jam 7 rupanya. Ternyata kau juga Sleeping Princess ya? Hahaha” Minho meledekku sangat kejam dan keluar meninggalkanku sendirian.

“Aku sudah bisa berdiri?” tanyaku pelan yang membuatku girang setengah mati. Kalau begitu aku akan balas dendam sekarang! Lihat saja nanti!

TBC

Huaaaaa!! maaf jelek banget ya ceritanya? terkesan kecepetan, terlalu banyak percakapanya ._. dan terlalu lebay huhu. tapi ini ceritanya sikap asli mereka -___-

oh iya, disini semua anak SHINee lebih tua dari Yuri kecuali Taemin oke?

yaudah deh komen ya kalo bisa. aku sedih banget kalo ga ada komen huhu. gomawo 😀

aku mohon komen ya?

Advertisements

Single Post Navigation

20 thoughts on “[Fanfiction] Dark Valentine part1

  1. YEY!! Makasih Chingu, saranghae!
    Senangnya Yuri dikelilingin SHINee
    ini fanfict terbaik yang pernah ada!
    Gomawo…
    mampir ke blog ku, ya ^^
    Hwaiting, chingu! Dilanjutin, ya…

  2. destaa acik acik minyul ! gomawo gomawo aku cium nih !! wkwkwkw 😀
    terimakasi terimakasi :*****
    keren keren ffnya ~ lanjutin dongs :3

  3. Desta~ cie ngepost ff lg 😀
    seru nih minyul yaa kesukaan nyul hahaha
    part selanjutnya di tunggu ^^
    nice ff~

  4. hello aku reader baru
    keren bgt ceritanya apalagi ada Minyul 🙂

    g sabar baca part 2 nya pasti tambah kuereeen!!!!

    MinYul forever

  5. iya doongs harus minyul .
    MINYUL JJANG ! ^^

  6. Owaa…. FF nya excellent unnie!
    Aku amatir sih di ff , dan aku cuma suka baca-baca ff gitu…
    Tapi ff ini bagus banget…. ada OnYu/KwOn sama MinYul… <33333

  7. Dwi Tesna Andini on said:

    keren, lucu, unyu-unyu
    penggambaran karakter mereka pas banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: