KIMRAEHWA

Bring the boys out!~

[fanfiction] Truth or Dare part 2

Cast: – SNSD

– Super Junior

– SHINee

– f(x)

Genre: Horor

Romance

Akhirnya semua menyetujui usul Yesung dengan menggunakan Handphone miliknya. Yesung mulai memutar Handphonenya searah jarum jam.

“Ahahahaha! Kau mulai duluan hyung hahaha” tawa Taemin ketika handphone milik Yesung berhenti menunjuk kearah Jonghyun.

“Enak saja! Si Ice princess itu yang kena bukan aku” Jonghyun menunjuk Sica yang menatapnya geram kepada Jonghyun.

“Enak saja! Jelas-jelas HP-nya Yesung menunjuk kearahmu” bela Sica dengan nada sedikit berteriak.

“Sudahlah, lebih baik kita ulang saja bagaimana?” Yesung yang melihat tidak akurnya dua manusia itu akhirnya mengulang permainannya.

KLEK

“KYAAA!!” semua berteriak ketika tiba-tiba lampu mati.

“Kenapa bisa-bisanya malah mati lampu sih?” kesalku dalam hati.

“Uwaaaaaa!! Aku mau pulang” Tiffany yang seingatku duduk bersampingan dengan Yuri dan Donghae mulai mengeluh.

“Tenanglah Tiff ” kata Donghae dengan sedikit pelan.

“Nyalakan Handphone kalian masing-masing” perintah seseorang yang ku tahu itu adalah suara Leeteuk, semua mengikuti perintah termasuk aku.

“Astaga!” aku terpekik kaget. 2 orang melintas di depan pintu keluar. Aku mencoba menghitung semua orang yang ada disini. 1, 2 , 3…29. semuannya pas ada 29. lalu yang tadi siapa? Jangan katakan itu…

“Kenapa Noona?” Tanya Taemin yang berada didekat Sulli.

“Aniyo hehe” aku berusaha tenang meskipun suaraku terdengar melengking.

Treeeeng~

“Huh syukurlah” semua mengatakannya dengan secara bersamaan.

1, 2, 3, 4 , 5…29. masih sama? Apa yang tadi itu benar-benar nyata? Atau hanya halusinasiku saja? Sudahlah. Mungkin hanya halusinasi. Lebih baik aku menikmati permainan ini saja?

Akhirnya permainan dimulai dari awal lagi. Danm kali ini menunjuk kearah mm.. Ryeowook.

“Ryeowook, Truth or Dare?” Kyuhyun mengajukan pertanyaan kepada Ryeowook.

“Mwo? Mm… Truth sajalah” Ryeowook menjawab

Ryeowook POV

Kenapa harus aku yang pertama? Tapi tidak apalah. Yang penting setelah main aku bisa segera tidur hahaha.

Katakan tempat yang ingin kau kunjungi” Shindong mengajukan pertanyaan? Bukankah harusnya Kyuhyun?

“Mm… aku ingin ke kuburan ndong hahaha” aku menjawab kepada Shindong yang mulai tidak terlihat lagi disampingku.

Hussssssssssssssshhhhhh

Angin? Kenapa angin bisa menembus penginapan ini? Aneh sekali? Ada kabut juga? Ini dimana?!

“INI DIMANA?!” aku berteriak sekeras-kerasnya. Tempat ini asing bagiku. Kenapa tidak? Tadi aku ada penginapan kan? Kenapa aku jadi disini? Ya Tuhan, semoga aku sedang pingsan dan masuk dunia mimpi.

Truth or Dare?” tiba-tiba suara itu datang entah darimana asalnya.

“Siapa itu?” tanyaku heran. Mungkinkah itu Kyuhyun? Bukankah tadi aku sudah menjawab pertanyaanya?

“Mm… Truth. Tapi, dimana kau Kyu?” aku menjawab dan mulai mengajukan pertanyaan kepada seseorang yang aku curigai itu Kyuhyun.

Tidak ada jawaban. Hawa dingin tiba-tiba menyelimutiku. Kurasakan kakiku menginjak sesuatu. Lengket seperti jelly, basah, dingin dan ada sedikit bau amis yang membuatku mau muntah.

Tiba-tiba kabut hilang sedikit demi sedikit. Kulihat samar-samar ada sebuah batu dibawah kakiku, dan segelumuran darah didekatku. Batu itu berbentuk setengah lingkaran ditambah persegi panjang. Mirip seperti batu nisan.

“Mwo? Ini di…di kuburan?” aku mendesah pelan, makin lama semakin banyak batu-batu berbaris disekelilingku. Entah ini mimpi atau bukan tapi ini terlihat nyata.

Aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 12 malam. Tunggu, tadi bukankah masih jam setengah sebelas? Omo, jangan katakan.. ini nyata?

“Darah. Ini menjijikaaaaaaan!” aku mulai menjauhi tempat aku berdiri. Tapi semakin jauh aku berlari aku malah ada ditempat yang sama, ditempat ini juga. Ada apa ini?

“Tenang Ryeowook, mungkin ini mimpi. Jadi ikuti saja mimpi ini sampai kau bangun” aku menenangkan diriku. Aku kembali tenang. Tapi tidak seperti yang diharapkan, tiba-tiba ada seekor ular mendekatiku. Ular itu tampak seperti muka Kyuhyun?

Truth or Dare?” ular yang berbentuk muka Kyuhyun mulai berbicara kepadaku. Aku menjauhi ular yang bisa bicara itu. Dan sama seperti tadi, sejauh-jauhnya aku berlari aku hanya akan sampai ditempat ini lagi dan lagi.

Kyuhyun POV

“Oppa, kau yakin Ryeowook tidak apa-apa? Sejak tadi Ryeowook terlihat aneh. Seperti bukan dia saja” bisik Seohyun yang ada disampingku. Aku hanya bisa mengangkat kedua bahuku. Memang Ryeowook terlihat bukan Ryeowook yang biasanya, terlihat lebih diam dan menyeramkan dengan bahasanya.

“Kalian akan mati disini secepatnya” Ryeowook yang diseberangku mulai berkata hal itu lagi. Selama permainan itu dimulai Ryeowook tidak berhentinya berkata itu dan hal-hal  lainnya.

“Hentikan oppa” Yoona yang disebelah Ryeowook terlihat takut dengan perkataan Ryeowook. Tidak hanya Yoona, namja dan yeoja disini pun sama seperti itu termasuk aku. Setahuku Ryeowook tidak pernah mengatakan hal yang bukan-bukan seperti ini.

“Kita memintamu jujur! Apa kau tidak bisa bahasa Inggris?!” kesal Eunhyuk yang dari tadi juga kelihatan ketakutan dengan ucapan Ryeowook.

“Aku serius” jawab Ryeowook yang memperhatikan asing semua yang ada disini.

Ryeowook POV

“Mm…” aku tidak bisa bernafas! Lilitan ini semakin menyakitkan.

“Ba..ik tru…ttth” aku mejawab pertanyaan si ular berbicara ini. Ular itu mulai melepaskan lilitannya sedikit demi sedikit dan menjauh dariku.

“Hah, hah kenapa bisa ada ular seperti itu? Aku hampir saja mati” aku memegangi leherku yang nyaris digigit ular mengerikan itu. Kenapa bisa ada mimpi yang terlalu seram seperti ini?

“Hah?! Sekarang apa lagi? Tadi ular, sekarang bayangan. Ah siapa pun tolong aku!” aku mulai bangkit dari sini. Tubuhku sudah berlumuran darah yang ada ditanah. Menjijikan dan rasanya aku akan muntah. Bau darahnya amis, warnanya terlalu merah dan oh my, ini benar-benar menjijikkan.

“Song Victoria, Lee Jinki, Kim Tae Yeon or Park Leeteuk?” tanya seseorang yang aku tidak tahu dimana orang itu.

“Aku.. tidak akan menjawab sebelum aku tahu siapa kau!” aku mulai merinding. Kenapa bisa-bisanya aku mengatakan ini? Kalau wujudnya seperti ular itu lagi bagaimana?

“Uwaaaa!!” aku terpekik kaget melihat seseorang dihadapanku dengan pakaian berlumuran darah dan mata yang tertancap pisau besar dimata kirinya. Hantu itu menatapku dan mengulang pertanyaan sebelumnya.

“A..apa maksudmu?” tanyaku yang berusaha tenang meski aku bergidik ngeri.

“Pilih, Victoria, Onew, Taeyeon atau Leeteuk?” tanya hantu itu yang semakin dekat kearahku. Sama seperti tadi, setiap aku berjalan aku hanya akan tetap ada ditempat ini. Hantu itu semakin dekat dan mencengkram leherku. Ia hanya menatapku dengan dingin seakan ingin membunuhku.

“JAWAB” kata hantu itu dan mencengkram leherku sangat keras. Aku mulai menjawab sedikit demi sedikit.

Victoria POV

Leherku sakit seperti tercekik. Sakit, sangat sakit. Aku merasakan dileherku ada sesuatu yang sangat dingin seperti tangan. Tapi padahal tidak ada orang ataupun tangan seseorang dileherku. Ada apa ini?

“To.. long” aku tersadar. Dan ternyata tadi itu mimpi?

“Eonnie, syukurlah sudah sadar” Sulli memelukku dan menangis dipelukan “Dari tadi kau dan Ryeowook berteriak. Aku takut eon” Sulli kembali menangis dipelukan.

“Kenapa Ryeowook?” aku melihat Ryeowook yang sudah sadar sama sepertiku. Matanya mencari-cari seseorang dan matanya berhenti setelah melihatku.

“Victoria?!” Ryeowook menghampiriku dengan mata sedikit berair “Mianhamnida Victoria noona” ia menunduk dan memeluk..ku?

“Hey, hey Ryeowook-ssi” aku berusaha melepaskan pelukan Ryeowook.

“Lebih baik kita bicarakan disana saja” kata Ryeowook menunjuk ke arah dapur. Aku dan Ryeowook berdua menuju dapur.

Ryeowook menceritakan kebenarannya yang menurutku itu semua hanyalah mimpi atau halusinasinya saja. Bagaimana bisa dia mengatakan itu padahal dari tadi ia dipenginapan ini? Dan bagaimana bisa ada orang yang tiba-tiba berada dikuburan? Dan Ryeowook juga mengatakan kalau ia bertemu dengan ular yang menyerupai Kyuhyun? Hahaha. Ryeowook ini memang betul-betul berhalusinasi. Ia juga bilang kalau ia bertemu dengan wanita berlumur darah dengan mata yang tertusuk pisau bilang aku akan mati setelah ia bilang memilihku? Ryeowook benar-benar ingin menyumpahiku apa?

“Tak usah menyumpahiku seperti itu. Kalau kau ingin aku mati, bunuh saja aku langsung. Aku tidak percaya kau seperti itu” aku mulai emosi setelah mendengar cerita khayalannya itu.

“Ani, aku serius noona! Aku ada dikuburan dan… oh sudahlah kau tidak akan percaya itu. Tapi wanita itu bilang kau akan…”

“Mati? Iyakan? Kau ini ada-ada saja. 15 menit yang lalu saat kita bermain truth or dare, kau terus bilang ‘kalian akan mati disini secepatnya’ dan sekarang kau bilang aku yang akan mati sekarang. Kau ini dendam apa hah?” aku melihatnya berdiri dari kursi dan mendekat kearahku yang membuatku merasa tak nyaman.

“Mana mungkin aku dendam denganmu noona. Ini karna aku.. aku mencintaimu” kata Ryeowook dengan sedikit lemah. Aku menanggapinya dengan kasar kali ini. Memangnya dia pikir dengan bilang dia mencintaiku aku akan memaafkannya?

“Memang kau pikir aku akan memaafkanmu dengan kata-kata ‘aku mencintaimu’? tidak Kim Ryeowook. Apa dengan kata ‘aku mencintaimu’ kau akan mendapatkanku dan setelah itu berusaha membunuhku hah?” aku meninggalkan Ryeowook sendirian sampai ia memegang tanganku dan kasar.

“Dengarkan aku, aku tidak merekayasa apa yang aku katakan padamu noona. Aku tidak ada dendam padamu dan aku benar-benar mencintaimu. Terserah kau, kau mau apakan aku terserah. Tapi ini nyata noona” setelah mengatakan hal itu, Ryeowook pergi meninggalkanku sendirian didapur. Aku tidak tahu apa yang ia pikirkan, apa yang dia katakan tadipun aku tidak mengerti. Oh Tuhan, ada apa ini?

Ryeowook POV

“Memang kau pikir aku akan memaafkanmu dengan kata-kata ‘aku mencintaimu’? tidak Kim Ryeowook” kata-kata itu masih terpikir olehku. Mungkin aku salah menyatakan itu sekarang. Aku memang benar-benar bodoh. Kau memang bodoh Ryeowook.

“Lebih baik kita sudahi saja permainan ini. Lagipula sudah malam” jelas Leeteuk yang disetujui oleh semuanya. Aku melihat Victoria yang sudah kembali dari dapur dengan wajah memerah basah oleh air mata. Mwo? Air mata? Sejak kapan ia menangis?

“Eonnie, kau tidak apa-apa?” tanya Krystal yang menghampiri Victoria dengan cemas. Aku hanya bisa diam berdiri memperhatikannya dikerumuni para dongsaeng dan sunbaenimnya. Apa aku salah menceritakan halusinasiku padanya? Tapi itu kenyataan.

“Ryeowook, lebih baik kau istirahat” ujar Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada disampingku.

“Ah, ne” aku menuju kamarku bersama Kyuhyun. Aku sekamar dengan Kyuhyun dan Yesung yang masih berada diruang tengah.

Aku belum tidur dan masih memikirkan hal tadi. Yah, aku terlalu memikirkan hal nyataku dikuburan dan Victoria. Apa lebih baik aku minta maaf  padanya saja? Bagaimanapun, aku harus minta maaf. Mungkin saja aku yang salah kan? Tapi apa hal-hal mengerikan tadi itu ada ya? Semoga tidak ada lah, semoga saja benar itu hanya halusinasi? Tapi kenapa tubuhku tetap bau amis darah? Tidak-tidak, mungkin itu hanya perasaanku saja.

“Belum tidur?” tanya Yesung yang telah diduduk disamping tempat tidur.

“Haah, belum hyung. Kau juga?”

“Kelihatannya? Hey, sudahlah apa yang kau fikirkan hah?” tanya Yesung yang merangkul pundakku “Katakan saja. Mungkin lebih baik?”

Aku menceritakan kepada Yesung apa yang kualami hari ini kecuali tentang saat permainan truth or dare tadi. Tentu saja aku tidak mau mengatakan hal ini kepadanya, bisa-bisa aku dicap orang gila.

“Oh, jadi kau menyukai Victoria?” tanya Yesung dengan sangat keras dan membuat Kyuhyun yang sedang terlelap bangun.

“Hah, siapa yang menyukai Victoria noona?” tanya Kyuhyun yang baru saja sadar.

“Si Kim Ryeowook ini” jawab Yesung yang membuatku malu setengah mati. Aku bahkan belum mengatakan kalau aku menyukai Vic noona. Dari mana ia bisa tahu?

“Ani, aku tidak… mm.. maksudku. Ah sudahlah ayo kita tidur” aku menutup diriku dengan selimut. Tapi kedua orang ini malah mendesakku.

Victoria POV

Apa yang tadi dikatakan Ryeowook benar? Ia mencintaiku? Harusnya aku bahagiakan? Kenapa aku malah sedih? Aku tidak tahu sebegitu teganya dia bilang aku akan mati. Kenapa? Aku mempercayainya selama ini. Tapi kenapa? Kenapa ia tega balas dendam seperti itu sampai bialng aku akan mati?

Aku duduk ditempat tidurku sendiri. Aku sekamar dengan Sulli dan Yoona yang sudah terlelap tidur. Aku melihat jam sudah 12 malam. Lebih baik aku tidur sekarang. Aku tidak perlu memikirkan Ryeowook lagi. Kalau ia ingin membunuhku, bunuh saja, aku tidak peduli.

TBC

Maaf ya reader part ke2 ini ga seru 😦

jelek kan yak? yaudah deh aku minta maaf kalo ngecewain.

aku tetep minta komen ya biar author seneng *huuuuu

gomawo ya udah mau baca

tinggalin komen ya chingu ^^

Advertisements

Single Post Navigation

12 thoughts on “[fanfiction] Truth or Dare part 2

  1. lanjut chingu XD !
    ak request yaa ? yaa ? partnya taeyeon eonni dibanyakin ;p *maksa*

    ak tnggu chingu ^^

  2. Yohohoho on said:

    Nice ff..
    lanjut ya, aku jg minta partnya taeyeon dibanyakin 😀
    hehe gomawo~

  3. Tiffa¤Magnae on said:

    part 2-nya nggak t.rlalu jelek kok,,
    mmang ini smpe part brp ? ?

  4. Wah keren.. Keren
    Tp belum baca part 1!
    Wookie kasian,ah jgn ampe wookie mati ya? Hehe

  5. Haniko on said:

    Chingu lanjuTkan d0ng . . . Aku pnasaran xD

  6. waaah ,
    saiia hanya Guest :[

    Hhehe ~
    tapii ceritanya keren ..
    Lanjutiin dong 😀

    oiiya ,
    bikiin crita tentang Yuri Lg dong 😀
    Hhehe ~
    Thanks :]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: