KIMRAEHWA

Bring the boys out!~

[Fanfiction] Saengil Chukae Kim Taeyeon : Just Kidding?

Annyeong reaader!!~~ lama tidak berjumpa *hoh?

eh maaf ya sekali lagi, author ga bisa sempet-sempetin ngebuka blog, palingan seminggu 2 kali doang hiks maaf lagi ya cuma bisa satu ff yang aku post sekarang. sebetulnya yang dark valentine itu udah selesai cuma mpdemnya minta digigit ih *curcol

dah author lagi kepepet waktu, ini aja ngepost sampe mau diomelin ortu -,- *curcol lagi

yaudah aku mau ngucapin kepada Kim Taeyeon: HAPPY BIRTHDAY!! ~

note: kalo mau baca lebih baik pada waktu luang + internet lagi ga ngelag biar kalo ceritanya jelek tinggal komen ><

oh iya ini ff oneshoot pertama aku loh hehe. ini ceritanya 10 lembar :O

yaudah maap maap ya kalo jelek huhu DON’T FORGET  TO LEAVE A COMMENT!!

Main Cast:

–  Kim Tae Yeon SNSD

–  Park Jung Soo SuJu

Other Cast:

–  Jessica SNSD                    –  Yoona SNSD

–  Donghae SuJu                  –  Heecul Suju

–  Taemin SHINee               –  Sunny SNSD

–  Sulli f(x)                             –  Kim Kibum SuJu

Genre:

–  Romance

–  Friendship

“Taeng-ah!” panggil seseorang dari belakangku yang dari nadanya terdengar serak dan berat. Ya, itu namja-chinguku Park Jung Soo atau dia lebih senang dipanggil Leeteuk. Dia sudah menjadi namja-chinguku sejak 2 bulan lebih atau tepatnya saat natal tahun lalu. Dibawah hujan salju yang lebat saat itu.

[Flashback]

 

“Salju salju pergilah datanglah dilain hari” aku bergumam sejak tadi diruang tunggu sekolah. Hari sudah terkihat hampir gelap bahkan sudah hampir jam 5 sore. Hujan salju ini mengerikan seperti badai.

Semua orang sudah pada pulang, termasuk Jessica. Jessica sebetulnya tadi sudah mengajakku pulang bersama dengannya. Tapi ada satu penghalang, yaitu Donghae –namja-chingunya- yang mengajak Sica pulang bersamanya karna hari ini begitu lebat salju turun. Jadilah aku sendiri disini menunggu hujan salju ini reda lalu pulang.

Sekarang tinggal aku dan anak bodoh yang satu kelas denganku Park Jung Soo atau Leeteuk. Dia kusebut anak bodoh karna sudah 3 kali dia tidak naik kelas disekolah ini. Bodoh kan dia? 3 kali tidak naik kelas masih bisa menampakkan dirinya disekolah ini? Dasar bodoh.

Sudah 3 tahun aku melihat tampangnya sebagai sunbaeku. Dan sekarang bukan sebagai sunbae lagi tapi teman sekelas. Awalnya aku kira dia itu orang yang keren, cool, eksis, pintar, disukai banyak wanita. Tapi aku memang sepenuhnya benar kecuali pintarnya. Tapi memang dia memang pintar, hanya saja dia absennya kudengar selalu banyak yang alfa-nya daripada masuknya. Mungkin karna itulah kelulusannya selalu ditunda? Atau ada alasan lain? Entahlah, tapi sekarang dia berubah kok. Oh, penjelasan ini membuatku pusing. Padahal cuma untuk memikirkannya saja butuh waktu, bagaimana untuk memikirkan semua anak sekelas yang jumlahnya 20 orang? Haaah aku bakan sama sekali tidak berfikir untuk menjadi ketua kelas sejak semester ini. Aigoo mana harus mikirin ujian lagi. Yah salah sudah.

“Sejak kapan suaramu begitu?” tanya Leeteuk yang membuatku terlonjak kaget. Bukan karna pertanyaannya tapi, sejak kapan dia bicara? Yang aku tahu dia hanya orang yang mm.. sedikit pendiam dan berbicara hanya saat penting? Hm… ah masa aku suka padanya saja sampai harus kaget seperti ini saat ia bicara? Ups, ah ketahuan kan! Semoga ia tidak punya kemampuan mendengar suara hati orang. Halah, apalah kau ini Taeng.

“Hm… maksudku sejak kapan ada anak sepintar dirimu yang bisa menyamai kedudukanku yang bisa bernyanyi lagu dora the explorer itu?”  kata Leeteuk lagi yang membuatku semakin pusing. Apa katanya tadi? Blak-blakan sekali dan terlalu bertele-tele sepertinya.

“Aku kan menghargai kartun dasar bodoh” jawabku yang dengan tidak masuk akalnya. Masa iya ada anak kelas senior sepertiku kalau aku menghargai kartun? Aigoo, reputasiku bisa hancur.

“Mm? baiklah, mm.. begini Taeyeon-ssi, aku sebetulnya dari tadi menunggu saat yang tepat untuk mm.. bagaimana menjelaskannya ya?” pikir Leeteuk yang berputar-putar yang membuatku menggaruk kepalaku sendiri seperti monyet. Aku menunggu, 1 detik, 5 detik, 10 detik, 14 detik, tik tik tik tik. Oh my God, berfikir itu saja lamanya bejibun.

“Begini, aduh, maksudku, aku bawa payung. Aku tidak mungkin meninggalkan teman sekelasku apalagi wanita sepertimu sendirian disini. Jadi maksudku adalah…” belum sempat Leeteuk melanjutkan kata-katanya aku sudah menyela.

“Jadi kau mau meminjamkan payungmu padaku? Wah ternyata orang pendiam sepertimu baik juga ya hehe” kataku dengan pedenya dan malah disambut dengan muka Leeteuk yang melongo.

“Ish, mana mungkin aku mau. Maksudnya kau dan aku pulang bersama”

* * * *

“Saranghae Taeyeon-ssi” kata Leeteuk ditengah hujan salju yang terdengar samar olehku. Tiba-tiba rasa dingin tapi tepatnya nerveous melanda. Tapi sepertinya yang kudengar tadi benar kan? Sa-rang-hae kan?

“Sudah sampai” kata Leeteuk yang membuatku terbangun dari fikiranku tadi. Aku sudah sampai dirumahku yang letaknya tidak jauh dari sekolah tadi. Rumah yang kecil dengan cat coklar bernuansa kayu. “Aku tunggu jawabanmu 2 hari lagi oke?” kata Leeteuk yang langsung lari meninggalkanku sambil berlari.

[Flashback End]

 

“Ne oppa, kenapa?” tanyaku yang sudah berbalik kebelakang tepatnya berhadapan didepan Leeteuk. Jantungku masih sama seperti dulu, selalu menari kegirangan saat aku berhadapan dengannya.

“Jaketnya.. kau pakai?” tanya Leeteuk gugup yang membuatku melihat kearah jaket pemberian Leeteuk saat hari valentine yang baru kupakai sekarang. Warnanya pink, lucu sih aku menyukainya. Tapi butuh waktu lama untuk memakainya disekolah. Bagaimana tidak, aku ini sudah remaja masih pakai warna pink? Tidak lucu kan?

“Ne. tidak cocok ya?” tanyaku balik sambil melirik kearah tas Leeteuk yang dibawanya.

“Cocok, tapi kau tidak malu?” tanya Leeteuk yang terdengar cemas. Aku tidak tahu ternyata dia memikirkanku juga hihihi.

“Hm.. awalnya malu. Tapi aku suka, lagi pula cocok kan?” kataku girang dan sekarang menghadap tepat dihadapan wajah Leeteuk. Ups, salah sudah, jantungnya menari lagi kan? Aaah! Salah salah.

“Yasudah kita ketaman hari ini ya?” kata Leeteuk sambil mengacak-acak rambutku lalu pergi keluar dari kelas dengan setengah berlari dan lama-lama semakin jauh dan akhirnya tidak terlihat lagi. Aku hanya bisa menarik nafas dan ikut keluar dari kelas menuju taman biasa yang terdapat kedai teh kecil dan toko es krim tempat Leeteuk bekerja setelah pulang sekolah.

Sampailah aku dikedai teh kecil yang sederhana yang bertemakan alam ini. Aku lebih suka disini daripada ditempat Leeteuk bekerja. Sekarang kan bulan Maret dan masih akhir musim dingin. Aku tidak mau kedinginan makan es krim.

Ada dua orang dongsaengku menemaniku tentunya. Dia juga pelayan dikedai ini, namanya Taemin dan Sulli, dia itu pasangan yang aneh. Taemin sikapnya yang seperti anak kecil padahal ia laki-laki, lalu Sulli dengan sikapnya yang dewasa beda dari umurnya ckckck.

Seorang pria pria menyapa kami bertiga yang tidak lain adalah Leeteuk. Karna tidak mau mengganggu kami berdua, akhirnya Taemin dan Sulli pergi meninggalkan kami dan melanjutkan pekerjaannya melayani pasangan muda-mudi seperti kai yang datang.

* * * *

“Taeyeon-ah, aku akan pergi ke Amerika untuk kuliah. Ternyata eomma dan appaku memang sengaja membuatku tidak lulus 3 kali supaya aku bisa merubah sikapku yang selama ini. Maaf ya Taeng, kurasa hubungan kita sampai disini saja. Oh iya, aku akan berangkat sekitar lusa atau besok” jelas Leeteuk tanpa rasa bersalahnya.

Hanya itu satu-satunya kata yang aku ingat sejak dikedai tadi. Dengan senyum polos yang dia beri sebelum ia keluar dari kedai dan meninggalkanku dengan tanpa dosanya. Jadi sebetulnya aku cuma alat atau apasih?

“Ini bulan april kan?” tanpa sadar fikiranku malah terucap dari mulutku ini. Aku memperhatikan pintu kamarku. Terlihat seorang pria yang tak salah lagi itu adalah Kibum oppa yang mengintip sejak tadi.

“Oppa, tidak sopan tahu mengintip seperti itu. Masuk” kataku sambil menghapus airmata yang masih tumpah gara-gara sisialan itu. Hm..?

“Hehe maaf ya aku mengintip lagi” kata Kibum yang langsung duduk disampingku. Kibum itu kakakku. Aku mulai menceritakan semuanya kepada Kibum dan dapat komentar positif yang membuatku agak lega sekarang.

Kim Kibum adalah nama oppaku yang sudah bolak-balik KorSel ke luar negeri. Dia selalu sibuk syuting untuk biayain aku sekolah dan untuk sehari-hari kita. Appa dan eommaku tinggal diSeoul. Sedangkan aku dan Kibum hanya tinggal dikota kecil.

* * * *

Sekarang tanggal 20 Februari. Kurasa sekarang Leeteuk akan pergi dari Korea ke Amerika. Kuharap tidak jadi, tapi kenyataannya berbeda. Leeteuk memang benar-benar telah pergi dari Korea Selatan.

Hari ini aku tidak bisa mengantarnya ke bandara karna jam pelajaran masih berlangsung. Semua berjalan seperti apa adanya. Tapi bagiku agak sedikit hampa? Ya hampa, kosong, sepi, ah semuanya jadi satu. Sekarang aku hanya duduk dikelas dan entah memikirkan apa yang kumau saat ini. Jaket pink pemberian Leeteuk juga masih kupakai. Yeah, aku tidak tahulah apa yang harus berbuat apa. Yang jelas aku sendiri.

17 hari (8 Maret)…

 

Sudah 17 hari berlalu tanpa kabar dari Leeteuk, dan masih saja seperti dulu, aku hidup dalam kekosongan. Tidak ada kata spesial kalau tidak bersama Leeteuk. Hari yang sama seperti biasa sejak Leeteuk pergi. Sampai sekolah, duduk dikelas memperhatikan lapangan ataupun awan, ikut pelajaran, lalu istirahat belajar lagi dan pulang kerumah.

Tidak ada lagi yang namanya jantung menari, tak ada lagi senyuman biasanya, tidak ada lagi hal-hal yang berbau Park Jung Soo lagi. Sebetulnya besok adalah hari spesialku. Ya Ulang tahunku. Tapi, besok oppaku -Kibum- ada syuting lagi didaerah Seoul. Yah, cukup sudah deritaku selama Leeteuk pergi. Tapi kenapa hanya dia yang kupikirkan? Toh dia juga ikhlas melepasku huh.

Sekarang aku berlari ketempat satu-satunya yang bisa mendamaikanku. Kedai teh milik Sunny dengan pelayannya Taemin dan Sulli, pasangan yang aneh  itu hahaha. Mungkin sedikit keceriaanku kembali. Karna aku harus bangkit. Taeyeon tidak pernah drop! FIGHTING!

“Annyeong!!~” aku membuka pintu kedai yang selalu hampir sepi setiap hari biasa.

Someone POV

 

“Tapi oppa, memangnya itu tidak keterlaluan apa?” tanyaku cemas memikirkannya.

“Hmm… aku hanya ingin tahu reaksinya saja hehe” jawab seorang lelaki diseberang telepon.

“Kenapa malah ketawa? Kalau rencana kita malah berantakan bagaimana oppa?” tanyaku lagi yang semakin cemas dan tepat dari arah pintu terdengar seseorang masuk. “Annyeong!!~”

“Oppa, ada pelanggan. Nanti kita sambung lagi oke? Annyeong~~~” KLIK. Aku menutup pembicaraan lalu pergi menyambut pelayan itu dengan ceria seperti biasa.

Taeyeon POV

 

Selamat datang~” sambut seseorang berambut panjang dengan pakaian hitam putih khas pelayan kedai teh disini. Cantik sekali. Tapi dimana Taemin dan Sulli? Aku tersenyum kecil kepadanya lalu pergi menuju meja tempat dulu aku dan Leeteuk duduk untuk terakhir kali ini. Yah, teringat lagi kan?

“Mau pesan apa?” tanya pelayan tadi dan segera aku memesan teh herbal seperti biasanya. Dan tak lupa juga aku menanyakan 2 orang dongsaengku yang aneh itu.

Jadi pasangan itu pergi ya? Yah, sepi deh~ tapi untung ada Sunny yang sedang nganggur dikasir sambil minum teh yang dia buat mungkin? Aku menceritakan kembali apa yang terjadi pada Sunny apa yang terjadi denganku dan Leeteuk. Aku menceritakan kurang lebih kalau Leeteuk itu seorang pembohong gila yang bodoh, seorang yang sialan yang tega memanfaatkanku. Lama-lama emosiku makin naik ketika melihat seorang pelayan wanita tadi melintas dan diam (menguping) lalu pergi dengan mata terkejut. Ah~

“Wae?” tanya Sunny dengan aegyonya yang dia punya lalu melihat pelayan -yang tadi tidak salah namanya Yoona- itu jalan dengan setengah berlari. Sunny menghela nafas panjang lalu meminum kembali tehnya.

“Tenang, dia pelayan yang ramah –tentu saja- dia tidak mungkin tahu siapa itu Leeteuk” jelas Sunny yang membuatku tenang seketika. Yup, betul juga mana mungkin Im Yoon Ah itu tahu Leeteuk?

Aku segera pamit pada Sunny dan meninggalkan kedai, ketaman yang terletak didepannya.  Aku duduk dibangku panjang khas taman-taman kota sambil menghirup keadaan yang hampir mulai gelap sendirian. Salju sedikit turun dari langit yang membuatku sedikit gemetar kedinginan. Sampai sesuatu mengenai pundakku yang tidak lain adalah jaket. Jaket berwarna putih yang biasanya seperti dipakai seorang laki-laki. Ada seseorang disampingku yang sama sekali tidak kukenal menyelimutiku dengan jaketnya.

“Si, siapa kau?” tanyaku yang gugup tercampur rasa cemas dan menggigil.

“Tenang, aku ini orang baik. Aku kebetulan lewat sini dan melihatmu kedinginan disini. Jadi kurasa, sebaiknya kau pakai jaket ini lalu pulang” jelas laki-laki disampingku lalu mengulurkan tangannya kearahku. “Kim Heecul imnida” katanya. Aku lalu membalas uluran tangannya dengan tanganku yang mungkin sudah sedingin es batu sekarang.

“Tidak mau puulang kerumah?” tanya Heecul setelah kita berlama-lama mengobrol satu sama lain.

“Aku tidak ingin pulang. Kakakku pergi, aku sendirian. Lalu kau juga tidak pulang?” tanyaku balik pada Heecul yang sekarang sedang melipat kedua tangannya kedadanya seperti orang kedinginan. “Aigoo, pakai ini” kataku, lalu menyodorkan jaket yang ia berikan kepadaku tadi.

“Gwencana, aku ini pria pasti kuat!” kata Heecul yang sekarang malah diakhiri dengan suara batuknya. Dia ini terlalu memaksa, sudah tahu tidak kuat dingin malah mengaku kuat. Dasar tidak jelas.

“Kau itu lemah, samanya denganku. Sudah pakai saja, aku masih ada jaket satu… mm.. tidak deh, aku rasa aku harus pulang. oh iya boleh tahu nomor teleponmu yang bisa kuhubungi? Supaya aku bisa tanggung jawab kalau kau sakit”

Someone POV

 

Aku segera berlari menuju rumahku yang tidak terlalu jauh dari tempat bekerjaku yang baru setelah melihat pacarku dengan seorang wanita yang tadi kulayani di tempat kerjaku. Aku segera mengambil handphoneku yang ada di meja dan segera menghubungi Leeteuk oppa.

“Oppa! Yeoja-chingumu itu keterlaluan! Masa dia berduaan dengan namja-chinguku!” bentakku yang langsung ke inti pembicaraanku karna emosiku sudah lebih dahulu naik.

“Pelan-pelan kalau ngomong. Oke calm down. Oke, ada apa?” tanya Leeteuk setelah mendengarku berbicara seperti kereta.

“Oppa, oke akan kuceritakan dari awal. Sekarang, aku telah bekerja dikedai teh yang dekat dengan tempat dulu kau bekerja. Tadi, ada seorang wanita namanya kalau tidak salah Taeyeon yang kau ceritakan itu. Dan aku menguping pembicaraannya dan Sunny eonni. Setelah itu aku ketaman, dan ternyata ada Taeyeon dan Heecul –namja chinguku- yang duduk beruduaan. Lalu aku menguping! Dan kau tahu oppa? Aku cemburu padanya!” jelasku dengan panjang lebar yang menghabiskan tenagaku. Aku menangis mengingat kejadian tadi. Aku tahu aku tahu, tadi Heecul memperkenalkan dirinya padanya, tapi kenapa Taeyeon itu malah kelihatan akrab hah?!

“Taeyeon tidak mungkin seperti itu Im Yoon Ah. Tenanglah” kata Leeteuk oppa yang membuatku semakin geram padanya.

“Oppa! Ini keterlaluan! Memangnya kau tidak cemburu apa mereka berduaan begitu?!” bentakku yang sedikit berteriak karna sudah kehabisan suara.

“Memangnya suara Taeyeon seperti apa? Mm.. maksudku, dia pernah bilang kalau tanda dia menyukai orang, dia akan bicara gugup yah, maksudku, apa dia bicaranya seperti gugup? Atau bagaimana?” tanya Leeteuk.

“Sepertinya memang begitu. Dan aku benar-benar kesal oppa!! Aku ingin menghajarnya kau tahu!” bentakku pada Leeteuk disambungan telepon.

“Aku juga ingin menghajar Taeyeon kau tahu?!” kata Leeteuk yang sepertinya sudah emosi mendengar ceritaku.

“Kalau begitu aku akan mulai duluan…” “Eh, no. maksudku jangan aigoo, maksudku kita buktikan dulu sebetulnya itu betul atau bukan. Besok aku akan sampai di bandara jam 8 pagi” jelas Leeteuk lalu mematikan sambungan. Aku hanya mendengus kesal!

* * * *

Aku membuka flat handphoneku. Terlihat 2 message terdapat dilayarnya.

From: Kibum Oppa (9 Maret 00.10)

Text: Saengil chukae Taeyeon sayang~ saranghae kekeke. Maaf ya aku tidak bisa hadir dihari ulang tahunmu padahal aku kakakmu sendiri -,- ditengah-tengah dirimu yang masih sepi ditinggal si’orang’ itu. Tetaplah ceria oke? I wish you luck for this day, tomorrow, and forever ^^,

To: Kibum Oppa

Text: Ah oppa! Kau tahu? Kau lah orang pertama yang mengucapkan ini padaku 😀 aku senang oppa. Tapi kenapa ada kata ‘sayang’ hah? Aku tetap ceria kok oppa hehe. Percayalah, aku pasti akan bangkit dari keterpurukanku *bahasaku aneh ._.* okelah, baik-baik disana ya oppa ^^, bagaimana dengan syutingmu? Baikkan? Aku harap kau tidak melakukan kesalahan kekeke.

From: Kim Heecul (9 Maret 4.50)

Text: Kau benar sekarang aku sakit Taeyeon. Ternyata aku tidak sekuat yang kuduga L

To: Kim Heecul

Text: Aigoo, pasti karna kemarin ya? Ah, tunggu aku ya, aku akan datang secepatnya. Mau bubur tidak? Nanti kubelikan dijalan oke?

Ah, bagaimana ini? Heecul sakit gara-gara aku, tapi aku harus tanggung jawab. Tapi, dia kan baru kukenal kan? Kalau sampai dia bohong bagaimana? Tamat sudah riwayatku kan? Tapi, dia juga laki-laki mestinya dia kuat masa dia lemah? Aigoo, aku sendiri bingung.

Tidak lama, aku sudah balik dari kamar mandi dan melihat message masuk.

From: Kim Heecul

Text: Aniyo, aku baik-baik saja sungguh ^^, simpan saja tenagamu untuk aktifitas nanti oke?

To: Kim Heecul

Text: Ani, ani, itu tidak bisa. Sekarangkan hari spesialku (ulang tahun :p). jadi aku harus banyak membantu orang sepertimu sekarang hehe. Lagipula aku sudah terlanjur membeli bubur. Sudah ya, oh iya kalau kau tanya kenapa aku tahu alamatmu, aku semalam mengikutimu kekeke maaf ya ._.

“Ini buburnya” kata Ahjuma yang menjaga toko bubur didekat rumahku. Sekarang tinggal waktunya berkunjung kerumah Heecul. Untungnya hari ulang tahunku jatuh dihari Minggu tepat libur sekolah kekeke.

“Ne. Kamsahamnida” aku menunduk dan bergegas keluar menuju halte terdekat yang tidak jauh dari sini. Bisnya lumayan sepi saat ini, hanya ada pekerja kantoran yang naik, juga beberapa anak sekolah yang mungkin mau jalan-jalan. Hari ini entah kenapa rasanya hatiku ceria? Ya, ceria!!~

Dirumah Heecul

 

Aku memencet bel pintu rumah Heecul, didepan rumahnya terdapat taman dan ayunan kecil disamping, dan juga mobil? Ah, mungkin saja mobil kakak atau adiknya? Bisa jadikan? Yah~ yang  penting aku bisa melakukan aktifitas yang baik pagi ini ^^

3 kali aku memencet bel dan belum ada yang membukakan pintu. Aku mencoba menghubungi Heecul lewat Handphoneku. Dan sama saja Heecul juga malah tidak menjawab. Beberapa detik kemudian muncul seseorang dari balik pintu.

“Annyeong…” kataku bernada lemah seketika karna yang membukakan pintuku saat ini adalah si pelayan yang kemarin menguping pembicaraanku dengan Sunny itu. Aku hanya tersenyum tipis kepadanya. Dia hanya tersenyum datar lalu membukakan pintu untukku.

“Ada apa kemari? Mau mengganggu namja-chinguku hah?” tanyanya sinis dengan muka yang sengaja dijutekkan kepadaku.

“Aniyo, aku hanya mau memberinya ini” kataku seraya mengangkat bungkus bubur yang kubeli tadi. Entah dia akan percaya atau tidak pastinya. Aku hanya diam diluar rumah dan enggan masuk.

“Padahal kalian baru kenalan kemarin malam kan? Tepat dibangku taman” ujarnya dengan nada emosi ditambah sinisnya lagi. Aku hanya diam, kenapa bisa dia tahu aku berkenalan dengannya? Ditempat yang tepat juga?

“Hey Yoona! Kau jangan jadi ratu sok tahu disini. Aku dan Taeyeon hanya sekedar teman! Dan memang benar aku dan Taeyeon baru kenalan kemarin. Dan sekarang, bawalah menjauh sosok pria jelek itu dari rumahku!” kata Heecul yang tiba-tiba muncul dari pintu disusul seorang… Leeteuk?!

“Oh, jadi benar ya kalian ada ‘hubungan’ khusus heh” sindir Leeteuk yang membuatku geram. Kenapa menampakkan diri ketika aku mau melupakannya dan kenapa datang-datang langsung marah seperti itu?!

“Diam Leeteuk kau tidak tahu apa-apa! Kau tahu, aku dan Heecul ini hanya TEMAN! Dan satu lagi! Jangan pernah campuri urusanku lagi!” aku berusaha pergi dari rumah ini, dan terhenti oleh segenggam tangan wanita yang sudah pasti si tukang nguping itu.

“Urusan kita belum selesai Taeyeon!” bentak Yoona dengan keras sampai aku menjatuhkan kotak berisi bubur yang niatnya mau ku berikan pada Heecul oppa.

“Kau tahu? Kau itu memang menyebalkan, mengambil pacar orang seenaknya saja! Kau itu dididik atau tidak sih?! Asal kau tahu ya, Leeteuk itu berpacaran denganmu bukan karna cinta tapi impian!” bentak Yoona yang membuatku sedikit terhengkang kebelakang, tapi diselamatkan oleh Heecul yang dari tadi disampingku.

“Hentikan Yoona! Kau merusak harinya kau tahu!” bentak Heecul yang sedikit lembut kepada Yoona. Aku melihat Leeteuk hanya dengan sinisnya memperhatikan kami bertiga.

“Oh, jadi kau tahu apapun ya tentangnya? Apa oppa tahu? Dia juga merusak hariku kemarin. Dan oppa perlu tahu itu!” bentak Yoona lagi dan menunjuk kearahku. Sekarang aku merasa menjadi pihak ketiga pecahnya hubungan mereka. Tapi aku benci ini, sekarang hari ulang tahunku yang harusnya diawali dan diakhiri dengan kedamaian malah peperangan?

“Cukup! Asal kau tahu saja ya Im Yoon Ah, aku tidak tahu apa masalahmu. Aku tidak mengenalmu kecuali sebagai pelayan baru dan seorang penguping! Jadi dengarkan aku” aku mengambil nafas sejenak “aku dan Heecul tidak ada hubungan apapun. Sekarang aku bertanggung jawab karna dia kemarin memberiku jaket yang seharusnya ia pakai! Dan menjauhlah dariku kalian semua! Termasuk kau Heecul” lanjutku dengan sedikit air mata yang nyaris keluar dari mataku yang berhasil ku tahan.

“Memangnya itu bisa dijadikan alasan? Tidak!” jawab Yoona dengan gampangnya yang memuat emosiku makin naik. Tapi aku masih bisa bertahan karna aku tahu anak ini lebih muda dariku. Aku harus jaga sopan santunku! Tiba-tiba tubuhku terjatuh dan mataku mengeluarkan air mata yang tidak bisa ditahan lagi karna sekilas aku mengingat kejadian yang nyaris persis dengan ini.

“Sudah cukup! Memangnya kau tidak lihat dia menangis hah?! Umurmu dan umurnya berbeda! Jaga sopan santun padanya! Dasar tidak tahu diri” Heecul-pun duduk disampingku dan menenangkanku sejenak dan berhasil dipecahkan lagi oleh emosi Yoona yang semakin menjadi.

“Oh, jadi oppa membela TAEYEON? Iya?! Jadi oppa lebih memilih Taeyeon dari pada aku yang sudah menjadi pacarmu ini? Sungguh keterlaluan oppa!” kulihat Yoona menahan air matanya dengan punggung tangan kanannya.

“Ya, itu karna aku sudah bosan denganmu!” jawab Heecul yang membuatku sontak terkaget. Jadi, laki-laki, apa secepat ini laki-laki bilang kalau dia… bosan? Oh, aku tidak bisa melihatnya apapun lagi keculai bayangan samara-samar Yoona yang menghela nafasnya kesal.

“Kita putus oppa! Aku juga sudah bosan denganmu!” kata Yoona dengan sedikit terisak.

“Ini kan tidak ada direncana! Yoona, kau serius memutuskanku?!”

“MWO?! Apa maksudmu… rencana hee oppa?” tanyaku heran dan menghapus dengan paksa air mataku dari mataku. Aku melihat Yoona dan Leeteuk secara bergantian. Muka mereka malah berubah pucat dan kecewa. Mwo? Jadi… ini apa sih?!

“Yasudah karna sudah terbongkar aku ingin menjelaskan sesuatu padamu Taeyeon eonnie” kata Yoona lalu mengajakku jauh dari pada dua laki-laki itu ke ayunan.

Jadi semua ini cuma drama buatan yang disusun oleh Yoona dan Leeteuk. Lalu lagi, awalnya memang Leeteuk dan Yoona menganggapku benar-benar ada ‘hubungan’ khusus dengan Heecul. Setelah itu, Mereka (Teuki dan Yoona) bertanya kepada Heecul dan akhirnya ikut dalam bagian rencana. Oh my God! Sialan aku kena tipu! Jadi, air mata ini, oh aaaaah! Aku diperhatikan Leeteuk lagi!

“Lalu bagaimana dengan study-nya Leeteuk di Amerika?” tanyaku lagi pada Yoona setalah beberapa kali mengajukan pertanyaan.

“Sebetulnya memang benar Leeteuk jadi study di Amerika. Hanya saja, dia malah mengurung diri dikamar apartemennya untuk kembali ke Korea tepatnya ingin melihat kau, itu juga kata eommanya yah, kalau kubilang bibiku” jelas Yoona yang membuatku tidak percaya. Jadi Yoona ini sepupu Leeteuk?

“Itu benar! Aku tidak ingin lama-lama disana, dan akhirnya aku baru bisa pulang sekarang. Dan alasan aku memutuskan hubungan, itu karna aku takut. Tapi, yang berlalu biar berlalu. SAENGIL CHUKAE KIM TAEYEON. SARANGHAEO” tiba-tiba Leeteuk dari arah belakangku lalu mencium pipiku lembut dan disambut dengan tepuk tangan dan candaan dari Heecul dan Yoona yang ada didepanku.

“ini jadi ulang tahunku yang paling berkesan oppa. Gomawo Yoona, gomawo Heecul… mm… jelek :p”  akhirnya aku dan Leeteuk menjadi pasangan dan pastinya Heecul dengan Yoona. Ini menjadi hari ulang tahunku yang berkesan. Saranghae Kibum oppa. Saranghae Leeteuk dan Saranghae YoonHee dan semuanya~

END

gimana? jelek kan? komen harus ya! awas aja ga komen, nanti dosanya nambah loh dijamin bener dah -,-

Advertisements

Single Post Navigation

12 thoughts on “[Fanfiction] Saengil Chukae Kim Taeyeon : Just Kidding?

  1. Sooyoungster on said:

    TaeTeuk Couple… ❤

  2. sinetron dah –” *dipukulindestong xP lucu banget ceritanya >< ah padahal ngarep itu bukan kejutan terus icul sama taeng deh :3 :p keren keren :DDDDD

  3. ehemmm aboutnya Jiyong-sica ehem ehem *maap keluar dari cerita*
    tapi tapi waktu itu aku udah baca kuks ._. *alaynya keluar*
    awalnya rada bingung , over all fanfic bagussss

    • maaaap yukiiii ><
      iya aku juga udah tau kok keka
      iya kan ngebingungin. bikin oneshoot susah masih acak-acakan .__.
      maacih dah keka komennya
      yang soal Jiyong-Sica maaaaap kan aku cuma suka bukan berharap mereka jadian :p

  4. Dian Fanfiction^^ on said:

    baca ffku juga cingu… kok cuman 10 lembar??? kurang banyak 🙂 🙂 🙂 taeteuknya dibanyakin ya… aku aja bikin ff part 1, 9 lembar.. hehe

    • wah suka taetuk ya? XD
      wah itu tanganku bisa keriting itu mah, aku juga masih amatir belom bisa buat banyak banyak ._.
      makasih dian, nanti aku baca kok fanficmu ^^
      gomawo~

  5. Kereeeen!!! Kirain yoonhee marahan beneran 😀

  6. BAGUS KOK. AKU SUKA CERITANYA KEREEENZ AKU SAMPAI 2 MO NANGIS. PAS TAEYEON DITUDUH PACARAN SMA HEECHUL!. ^^,

  7. AKU SUKA CERITANYA. KEREEEN BANGET :-D. AKU SEDIH PAS YONNA NUDUH TAENG PACARAN SMA HEECHUL. PADAHAL COCOK AJA TUCH!.! *—-*

  8. bagus banget ceritanya . ngebacanya aja sampe terharu!!,!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: