KIMRAEHWA

Bring the boys out!~

[Fanfiction] Dark Valentine part 3

setelah ff yang ‘SAENGIL CHUKAE KIM TAEYEON’ ga ada yang komen. sekarang aku ngepost yang DV (Dark Valentine) 😀

semoga suka ya kekeke~

Cast: Kwon Yuri

SHINee

Genre: Romance, Friendship dan lain-lain

* * * *

“AAAH NOONA SARANGHAEO!!” teriak Taemin antusias yang membuatku kaget setengah mati. Tentu saja, karna baru kali ini aku ditembak oleh laki-laki yang lebih muda dariku :3 aigoo, aku benar-benar seperti melayaaang~

“NOONA SARANGHAE!! Aku ngefans denganmu noona. Suaramu mirip sekali dengan mrs. Puff yang gendut itu hahahaha” kata Taemin lagi yang membuat semangatku kembali turun drastis. Aku sudah senang-senang taunya malah begitu >< memangnya aku segendut apa sampai suaraku terdengar mirip?! Aaahhhh sebaaaal!

“Noona, bukakan pintunya aku mohon. Aku mau minta koleksi spongebob yang kau punya juga tanda tanganmu sekalian. Boleh kan nona? Oh ayolah bukakan pintunya. Noona, aku ingin diajari suara seperti itu” Taemin mengoceh panjang lebar dari A-Z. tapi jujur perasaanku malah semakin buruk. Aaaah kenapa dari tadi ke geer-an terus sih? Tadi  Onew, Key, sekarang Taemin. Jangan-jangan yang terakhir malah Minho si tukang tidur itu lagi?!

“Oh, baiklah aku menyerah” aku membukakan pintu untuk si kecil Taemin ini. Mukanya terlalu imut seperti anak kecil didepan pintu ini. Setelah kubuka Taemin menyerudukku lalu mencubit pipiku sangat keras.

“Taemin! Aku ini bukan boneka. Bisa-bisa pipiku merah dasar bocah” kesalku pada Taemin. Kenapa jadi terbalik seperti ini? Kemarin pagi sepertinya aku yang mencubit pipi Taemin? Tapi kenapa sekarang jadi gantian begini?

“Uh, kau bau sekali noona. Kau belum mandi ya?!” pekik Taemin yang langsung menjauh 30 sentimeter dariku.

“Salah sendiri dekat-dekat huuuu” aku menyoraki Taemin yang tinggal sendirian sejak ia mengucapkan “NOONA SARANGHAEO” tadi. Taemin makin menciut dan mengerutkan bibirnya.

“Ah, nanti aku main lagi ya kesini~ setelah kau mandi tentunya hehehe. Daaah noona puff kekeke” Taemin meninggalkanku dengan wajah seorang anak kecil seperti baru ketemu idolanya hiks.

Aku membuka HP-ku yang mulai bergetar pelan. Mungkin Message dari Jjong oppa? Atau mungkin Jessica? Tidak tahulah aku tinda dulu saja membacanya. Aku mau mandi, batanku gatal.

Selesai mandi, aku bergegas mengambil HPku yang tergeletak ditempat tidur. HP-nya bergetar lagi ._. Jengkel sekali, tidak tahu aku baru selesai mandi apa? Ah sebal sekali, sudah jam 10 lagi. Aaaah, paraaaah! Eits, kenapa harus bilang parah? Aku kan sekarang menganggur? Aigoo, babo kau Yul.

Text: Yul, aku mau bertemu kau besok. Bisa kan? Aku mencemaskanmu. Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan padamu ^^. Kabar gembira kok kekeke. Di Kafé biasanya oke? Aku butuh kepastianmu. Jawab ya ^^.

From: Sicachu (11 February)

“Halo noonaaaa~” sapa Taemin yang tiba-tiba nyelonong masuk kekamarku. Untung saja aku sudah pakai pakaian kalau belum? Gawat kan?

“Ne, ada apa?” tanyaku yang masih memperhatikan message dari Sica dan sesekali melihat kearah Taemin.

Text: Tentu saja aku bisa ^^. Terimakasih sudah memaafkanku Sic hehe. Memang ada kabar apa? Oh iya jam berapa? Hanya kau saja kan yang datang? Maaf ya aku bertanya banyak hehe.

To: Sicachu

“Oh ayolah nenek puff, aku mau menetapi janjiku bermain denganmu kekeke” jelas Taemin yang membuatku menggeram kesal. Memang apa aku ini gendut mirip mrs. Puff dan terliihat tua?!

“Oh ayolah Taemin, jangan panggil aku NENEK PUFF. Arasseo?” kataku dengan kasalnya yang malah membuat si taemin mencubit pipiku dengan keras. Sampai mungkin pipiku bakal berdarah gara-gara kuku si anak kecil ini belum dipotong hiks.

“Ya taemin!” aku mencoba melepaskan tangan Taemin yang mungil, kecil ini dari pipiku yang halus, putih, dan sudah bernoda karna taemin ini huhuhu.

“Ehehehe. Ini pembalasan yang kemarin loh” kata Taemin yang makin mengeraskan cubitannya. Aku Cuma bisa pasrah ngeliatin si kecil ini tertawa ngeliatin mukaku yang udah super duber jelek ><

“Taemin, kau tahu apa yang kurasakan saat ini?” tanyaku yang sengaja memasang muka sedikit menyindir.

“Tentu saja tahu” jawabnya dengan memelet kearahku dengan nyolotnya. Aku hanya bisa menggeram melihatnya melakukan gerakan aneh sambil terus memeletkan lidahnya kearahku.

“AAAAH TAEMIIIIN!!”  aku menjambak rambut Taemin yang seperti rambut jamur itu. Dan tanpa diduga, ternyata rambutnya panjang juga ._.

“AIGOOO” aku terjatuh sambil masih menarik rambut jamur panjangnya si Taemin ini. Entah dia bakal kesakitan atau tidak aku tidak tahu. Tapi dia malah ikut terjatuh kelantai terbanting kearah samping tepat aku jatuh. Tapi untungnya saja tidak tepat diatasku ._.

“KALIAN BERDUA BERISIK” koor dua orang yang terlihat sudah berada didepan pintu kamar sedang memperhatikan tingkah aneh kita berdua. Entah kita, entah aku atau Taemin, tapi aku maluuuu. Iyalah tentu saja.

“Dasar, tingkah kalian lebih rendah daripada bayi!” komentar Key kesal yang langsung membuat api diatas kepalaku menyambar. Apa katanya tadi? Rendah dari pada bayi? Sialan dia itu, apa maunya hah? Dasar kunci kurang ajar, bukannya dia sendiri yang rendah?!

“Ya, benar apa kata Key, kalian itu ternyata masih anak-anak” komentar Minho yang menggeleng-gelengkan kepalanya kekanan dan kekiri seperti orang sedang senam.

“AAAH DASAR KALIAN KURANG AJAR!” aku langsung membanting pintu didepan muka mereka berdua. Aku tidak peduli mau ada yang terluka atau tidak. Biar mereka rasakan saja!

* * * *

Seharian ini aku bermain dengan si kecil Taemin yang meski dari tadi masih ngambek gara-gara aku menjambaknya tadi. Tapi ini yang kusebut kesenangan,  hari ini awalnya memang agak bad day tadi pagi. Tapi sekarang sudah mending karna si lucu, imut, dan si kecil Taemin ini hehehe. Tapi kenapa aku tiba-tiba memujinya begini? :O

Setelah menutup pintu tadi siang aku mendengar rintihan seseorang. Mungkin saja salah satu diantara Key, atau Minho terkena bantingan pintuku HAHAHA. Tapi biar saja bukan urusanku ini. Salahnya sendiri bilang aku kayak anak-anak lah, lebih rendah dari bayi lah. Memangnya siapa dia?

“Taemin lapar~” kataku manja kepada Taemin yang masih terlihat memainkan koleksi spongebob dan micky-ku di lantai.

“Jangan mengadu padaku lah. Aku bukan oppamu tapi dongsaengmu” kata Taemin jengkel. Aku tahu dia saengku, tapi dibalik sikap anak kecilnya dewasa, aku malah jadi menganggapnya kakak ^^. Tapi ngomong-ngomong kenapa aku jadi memujinya?

“Ehehe iya aku tahu kau itu imut Taem kekeke” kataku yang membuatnya berbalik kearahku dengan menampakkan muka sinis yang lama-lama berubah menjadi anak kecil yang sedang menangis.

“HUAAAA!!” ternyata benarkan dugaanku? Dia nangis kan. Ah dasar, padahal tadi aku sudah memujinya dewasa sekarang malah jadi kayak anak kecil lagi. Ah dasar anak kecil!

“Taemin-ah, jangan nangis” bujukku dengan lembut (padahal sama sekali tidak) yang malah ditanggapi kasar oleh Taemin.

“Kan sudah kubilang tadi, aku tidak suka dipanggil imut!” kesal Taemin dengan sedikit mengerutkan keningnya. Aku agak sedikit jengkel dengannya. Masa ia imut tidak ingin dibilang imut? Aneh kan? Dasar orang.

“Iya iya. Sudahlah, ayo taemin jangan nangis. Kalau kau ingin dewasa, jangan nangis itu cengeng!” jelasku yang mampu meluluhkan hati si Taemin ini. Ia berdiri dan menyeka airmatanya dengan lebaynya lalu mengepalkan sebelah tangannya dengan aneh.

“BAIKLAH! MULAI HARI INI AKU AKAN MENJADI DEWASA!!” kata Taemin dengan mantapnya dengan tangan yang masih dikepalkan.

“Ah, yasudahlah aku mau makan” kataku yang membuat raut muka Taemin menjadi ganas.

“TIDAK MAU!” kata Taemin segera setelah aku bicara. “Hm.. Noona, aku turut berduka cita” kata Taemin yang membuatku tersentak kaget. Dialah orang yang ketiga yang mengucapkannya setelah Jonghyun dan Onew. Euh, coba appa sama eomma masih hidup, aku mau sekali. Aku lebih mau menyusul mereka saja. Tapi kan dosa? Oh, ini terus membayangiku. Aaah bisa gila aku ini.

“Noona tidak apa-apa?” tanya Taemin yang samar-samar membuatku terbangun dari lamunanku. Taemin sekarang malah terlihat berbeda, malah yang tadinya memakai baju kuning sekarang biru? Hey, aku tadi kenapa? Kenapa cepat sekali dia berganti baju?!

“Tadi kau pingsan sendiri setelah aku bilang ‘turut berduka cita’. Ini sudah malam, Key sudah masak, Minho dan Key ada dimeja makan. Kau mau makan tidak? Mereka sudah menunggu” jelas Taemin yang membuatku tersentak. Mereka menungguku untuk makan bersama? Ini mimpi kan? Ya ampun, kenapa harus bermimpi sih?

“Taem, aku mimpi ya?” tanyaku memastikan. Tapi Taemin malah tersenyum lebar kearahku lalu menarik tanganku menuju keluar kamar sempit ini. Tangannya sangat besar dan halus. Tapi masa sih laki-laki rajin merawat kulit sampai halus begini?

“Taem, mereka pasti menghajarku nanti. Mana mungkin mereka mau makan bersamaku?” aku berhenti mengikuti Taemin, dan memilih duduk disofa ruang tengah. “Lagian Taem, mana mungkin aku bisa pingsan?” tanyaku mengingat kejadian sebelumnya.  Ini memang seperti mimpi sungguh. Aku punya pertanyaan, pertama, mana mungkin aku pingsan. Kedua, mana mungkin kedua makhluk itu berbaik hati menungguku makan? Ketiga, sejak kapan Taemin ganti baju?

“Noona, nothing that impossible” kata Taemin sok bahasa Inggris. Yah, memang benar tidak ada yang tidak mungkin, tapi kan mereka sudah menganggapku musuh? Mana mungkin?

“Hey, Kwon Yuri. Kami sudah menunggumu tahu” kesal Key yang melipat kedua tangannya. Aku tidak tahu ini nyata? Tapi mungkin benar dugaanku mereka sudah memaafkanku sekarang.

“Em.. mianhae” aku menunduk 90º lalu tersenyum damai kepada mereka berdua termasuk Taemin yang ada disampingku.

Kami ber-empat mulai makan bersama dengan lahap. Aku berada diantara Taemin dan Key dan didepanku Minho yang terlihat lebih diam dibanding teman-temannya ini. Tapi tidak masalah, toh yang penting sudah baikan. Tidak aada malah :p

Aku melanjutkan makanku dan bergegas tidur untuk melanjutkan hariku besok dan bertemu Sica di Kafé biasa bertemu dengan seseorang yang entah siapa yang katanya itu kejutan untukku. Kira-kira laki-laki itu siapa ya?

* * * *

Pagi ini aku bangun lebih pagi dari kemarin yaitu jam setenagh 6 :O itu terlalu pagi, tapi perutku memang tidak bisa dikompromi lagi. Sudah lapar sekali~ aku berharap juga situkang masak –Key- sudah bangun supaya aku tinggal lahap saja. Aku menuju dapur dan mengecek keadaan. Ternyata benar Key si tukang masak baru itu sudah menyiapkan beberapa masakan dimeja. Key hari ini memakai baju pink? Omo, lucu sekali hahaha.

“K-key oppa?” aku  memastikan kalau aku tidak salah lihat. Semoga saja itu Taemin. Karna lucu sekali kalau.. mm.. hahahahaha yaampun itu betul-betul KEY! Omona, aegyeo sekali hahaha.

“Yuri-ya, kau kenapa?” tanya Key heran, mungkin karna tawaku yang tak henti haha. Tapi sungguh, ini lucu, anak sejutek Key memakai baju PINK?! Dunia pasti sudah berbalik?

“Kwon Yuri, ada apa? Kau kerasukan ya?” tanya Key yang semakin panik dan itu malah makin membuatku tertawa lebih keras.

“Oh, ayolah yul, ada apa sih?” Key mengecek dirinya dari kaki hingga tangannya. Tapi dia sama sekali bodoh. Padahal bajunya sangat besar berwarna pink. Masa tidak sadar sih?

“ha-ha” aku mengakhiri tawaku tadi dan sedikit bibir bawahku menandakan aku sedang kesal.

“Bantuin” kata Key setelah aku duduk dikursi. Dia masih asik memasak, masa aku suruh masak juga? Maleees~

“Dasar pemalas” sindir Key lalu melanjutkan aktivitasnya memotong sayuran. “Kau tahu, orang pemalas itu bodoh” kata Key lagi yang membuatku makin sangat sabar mendengarnya.

“Terserah” kataku dengan nada datar. “Oh iya, nanti ada yang keluar apartemen tidak?” tanyaku setelah meminum sedikit air.

“Aku dan Taemin akan pergi shopping di mall~ lalu Minho akan dirumah seperti biasa. Kenapa?” tanya Key heran lalu beralih pada panci dikompor.

“Aniyo. Aku hanya ingin tahu” kataku pada akhirnya. Aku malas bilang apa-apalagi, disindir iya, diem didiemin. Apalagi kalau aku banyak tanya pasti ditanya lagi. Aaah~ aku sedang tidak jelas!!

“Minhoo-ssi, kau tidak kemana-mana hari ini?” tanyaku basa-basi pada Minho yang sedang duduk menikmati saluran TV kesukaannya mungkin.

“Kelihatannya?” baliknya lagi padaku. Sialan!

“Hhh… baguslah kalau gitu, ada mobilkan?” tanyaku lagi pada Minho yang sekarang melihatku bego.

“Tentu saja tidak bodoh! Dapat uang darimana aku? Aku cuma punya motor” jawabnya yang membuatku melompat girang. Untungnya ada Minho kekeke.

“BAGUS! Minho-ssi, pakai baju yang bagus ya? Kita akan pergi~ jangan bilang tidak mau. Atau aku akan marah. Arasseo?”

TBC

ehehehe akhirnya kembali lagi sayaaaa~ 😀

aku seneng banget DV (Dark Valentine) nya udah selesai tinggal dipublish doang hehehe aku seneng banget!! XD

tapi satu aja yang bikin aku kesel itu MODEM >< emang udah dari awal kalo mau ngepost ff aja sampe lama banget nunggu sinyal!

ah tapi bodo ah yang penting jadi aja wakakaka

aku minta komen dong dong tolong dong SILENT READER komen ya? aku kesel banget! banyak yang liat tapi yang komen ga banyak gitu ><

ngertiin author dong tolong! ssshh. yaudah makasih Reader yang udah berbaik hati komen 🙂

aku ngepost yang part4nya juga loh hari ini. disela waktu utsku -,-

oke oke. komen dong jangan lupa XD

Advertisements

Single Post Navigation

7 thoughts on “[Fanfiction] Dark Valentine part 3

  1. Duuh~ Kok aku td comment ga bisa2, ya…??
    Mudah2an skrng bisa…
    Yuri kan ga segendut itu…. Taemin-ah.. ><
    Woa~ Key pake baju pink, ga bisa ngebayangin kyk apa XD 😕
    O ya, chingu, aku mau tanya, cara bikin polling gmn…?

    • tau ih taemin ngeselin ah –”
      bayangin aja yang kata key pake celemek pink :O wahaha
      caranya eonnie tinggal ke dashboard aja. kan disitu ada pilihan ‘poll’ nah habis itu add new aja 😀
      kalo udah selesai, eonnie save deh. habis itu ke ‘new post’ klik ‘add poll’ nanti ada tulisan ‘send-to-editor’ itu di klik.
      habis itu di publish kayak biasanya ngepost gitu eon 😀
      maaf penjelasannya ngebingungin ~,~

      • ^^
        Awoaa… makin ga bisa bayangin XD
        Nggak, kok… Lebih jelas malahan, Gomawo, aku jadi banyak belajar dari sini ^^
        Aku mau komment di yang foto Jihyun 4minute dulu, deh…. ^^

  2. pasti lucu banget :3
    senang bisa membantu eon ^^
    siplah. makasih udah sering komen ekekeke

  3. Annyeong~ akhirnya bisa ol juga
    aku suka gambar editannya, bagus banget ^^
    Waktu itu Minho yang sama kuda, sekarang Key yang sama Kuda
    Yuri sama Minho mau nge-date, ya…??? Sweet..sweet….

    • annyeong~ 😀
      wah makasih ya, oh iya aku manggil kamu apa?
      iya hehe, habis key-nya ngeselin jadi sama kuda :O *ditabok key
      iya tuh mau ngedate berduaan doang ckck *iyalah ngedate berdua –“

  4. Gak banyak bacot ah aku langsung ke next part ya chingu 🙂
    GOOD JOB !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: