KIMRAEHWA

Bring the boys out!~

[Fanfiction] Dark Valentine part 4

Cast: Kwon Yuri

SHINee

Genre: Romance, Friendship


* * * *

“Yuri-ssi, ayo cepat! Aku sudah ganti baju” teriak Minho dari arah luar pintu kamarku. Sebetulnya aku masih bingung, mau pakai baju warna pink? Atau kuning ya? Aaah bingung bingung!

Akhirnya pilihanku jatuh dibaju pink. Sepertinya tidak cocok dikenakan olehku ya? Lagian dasar Jonghyun, sudah tahu aku tidak pantas pakai baju pink malah diberikan baju ini dulu -,-

Aku keluar dari kamar setelah selesai bermake-up ria dikamar. Sekarang malah situkang tidur itu terlihat sibuk mainin HP sambil senyum-senyum sendiri kayak orang gila.

“Minho-ssi, ayo berangkat!~”

* * * *

Akhirnya aku dan Minho sampai di Kafé yang diberitahu Sica kemarin. Sekarang sudah sekitar jam 1 siang. Meski sekarang masih musim dingin, tapi hawanya agak sedikit panas dari biasanya dan aku ada sedikit perasaan buruk mm.. tapi semoga tidak buruk juga.

“Sica” panggilku setelah melihatnya duduk di meja biasanya. Aku melihat seseorang yang tidak asing disampingnya. Ng.. kalau tidak salah namanya Choi Siwon kakak kelasku yang oh my God, dia kan terkenal brutal! Kenapa bisa Sica berteman dengannnya?!

“Si..sica” aku menepuk pundak Jessica pelan lalu tersenyum hati-hati kepadanya. Sungguh, ada yang terjadi antara dia dan Siwon pasti! Aigoo Yuri jangan berfikir yang tidak tidak!

“Ne? Ah, Yuri duduk. Dan mm… itu namja-chingumu?” tanya Sica yang sedikit memiringkan kepalanya kehadapan Minho.

“Aniyo, dia temanku namanya Minho”

“Ah yasudah silakan duduk” hey! Tidak mungkin dia bilang sebegitu sopan, rapih begitu? Aigoo, mungkin aku lupa kalau dia suka seperti itu?

“Mianhae Minho-ssi, bisa kita bicara?” tanya Sica lalu menarik Minho entah kemana. Sekarang tinggal aku dan Choi Siwon disini. Aku sangat gugup, bukan karna aku menyukainya. Mana mungkin aku suka? Aku hanya takut dia melukaiku!

“Ehm” suara berat khas milik Siwon datang menubruk lamunanku tadi. Sekarang aku malah jadi salting aigoooo, kok malah gini sih?! Diluar kebiasaan nih!

“Langsung ke inti pembicaraan boleh?” DEG! Aish, pakai inti? Memangnya penting apa? Aku kira aku dan Sica yang mau bicara penting. Kenapa jadi anak brandal dan brutal ini?

“Ne” jewabku singkat yang mungkin terdengar ketus, sedikit gemetar dan lain-lainnya yang campur aduk.

“Mau jadi yeoja-chinguku tidak? Aku sudah berubah sungguh!” Aigoo, benarkan! Aih, apa pula sih ini anak. Dulu aku pernah bilang tidak dia masih mengejarku sampai sekarang?! Aih, kayak tidak punya malu saja.

“Mian, tapi aku sudah punya namja-chingu” aigoo, kau bilang apa tadi Yul? Namja-chinngu? Kau bahkan baru pernah ditembak oleh Siwon! Dasar BABO!

“Nugu?” tanya Siwon hm… mungkin agak nyerah atau apa aku tidak tahu tapi yang jelas nadanya berbeda.

“Mm.. dia.. dia…” tuh kan Yul. AAAAH BABO!! Apa yang harus kukatakan?! “dia MINHO! CHOI MINHO” GLEK. Tadi aku bilang Choi Minho ya? Kenapa malah namanya yang kuingat sekarang? Harusnya Onew oppa kek, ini malah Minho? Aigoo, aduh matilah aku ini!

“Yang tadi itu?” tanya Siwon heran. Aku hanya bisa mengangguk lemah lalu menarik napasku tanpa suara.

“Maaf aku harus pulang. Minho ada acara setelah ini. Mianhae oppa. Aku benar-benar harus pulang” aku melihat Minho dan Sica berjalan pelan kemeja. Dan kurasa tadi mereka berdua dengar. Ah~ aku takut. sangat!

Aku langsung membawa tasku dan setengah berlari keluar Kafé dan menuju parkiran disusul Minho yang berlari mengejarku. Aku sengaja menghindari Minho tadi, aku takut ketahuan. Dan satu-satunya yang aku tuju bukannya menjauh dari Minho malah membuatnya semakin dekat. Apa aku harus lari? Atau aku harus diam?!

“YURI!” panggil Minho. Aku punya pilihan, dan sekarang aku harus lari. Aku takut Minho marah. Ah terserah! Aku mau pergi dari sini!

“Hey Yuri! Hey berhenti!” panggil Minho lagi. Sekarang aku sudah lari dijalan besar. Aku sedikit melirik kebelakang. Terlihat samar lewat mataku yang berair Minho dan 2 orang lagi yang kukenal. Itu Jonghyun dan Onew oppa kan?!

“AAAAH” aku terjatuh. Kulihat sedikit, jarakku sudah jauh dari jalanan tadi, dan sekarang aku sudah berada dipinggir jalan dan oh my, aku bersimbah darah?!

“Oppa, sakit” aku merintih kesakitan didepan Onew yang menggendongku. Aku tidak tahu apa. Tapi sekarang aku merasa kepalaku sakit dan seluruh tubuhku sakit dan….

* * * *

“Aku benci ini! Kenapa Jonghyun harus pergi hyung?! Kenapa? Kenapa?! Jawab aku Onew! Minho! Taemin! Apa kalian sama sekali tidak bisa menjaga Jonghyun selama Yuri disini hah?!” terdengar samar-samar suara Key yang seperti dulu. Tapi aku tidak juga bisa mencerna apa kata Key tadi. ‘kenapa Jonghyun harus pergi, hyung’? satu kalimat yang masih terngiang. Apa maksudnya? Jonghyun pergi kerja lagi?

“Oppa, ada apa?” tanyaku pelan yang sepertinya tidak akan didiengar. Tapi aku salah, Minho melihatku dan segara memberi isyarat kepada Key untuk diam. Aku sama sekali tidak tahu apa maksudnya. Tapi aku melihat Key dan semuanya menangis. Apa aku mati? Tidak kan?

“Sudah sadar ya?” tanya Onew sambil mengelus rambutku pelan dan sedikit tersenyum dalam tangisannya.

“Ne. Oppa, kenapa menangis?” tanyaku heran. Perlahan aku melihat Onew, Minho dan Taemin keluar dari ruangan mm.. yang seperti ruangan kamar rumah sakit. Yah, mungkin aku dibawa kesini saat tertabrak tadi?

“Aniyo. Kau belum boleh tahu. Nah, sekarang sehatkan dirimu oke?” kata Onew yang tidak aku mengerti. ‘Kau belum boleh tahu’? apa-apan sih?!

“Oppa, jangan bilang ini menyangkut Jonghyun oppa! Katakan! Apa maksud kata Key tadi!” bentakku yang masih dalam keadaan tergeletak dikasur.

“Ya! Oppamu sudah pergi!” bentak Onew yang membuatku langsung heran. Ditambah lagi, Minho yang tiba-tiba masuk dan mencegah Onew bicara lagi. Ini membuatku bingung! Apa yang terjadi?!

“Hyung! Hyung sudah berjanjikan tadi. Sudah diam!” bentak Minho yang membuat Onew diam. Aku.. sungguh aku tidak mengerti. Jujur aku takut. Apa benar Jonghyun pergi maksudnya…

Minho POV

“Ya! Oppamu sudah pergi!”

Aku langsung membuka pintu kamar bernomor 11 itu lalu mencegah Onew berbicara terlalu banyak lagi dan membuat Kwon Yuri menangis. Aku benci melihat wanita menangis. Apalagi ini menyangkut sepupunya sendiri.

“Hyung! Hyung sudah berjanjikan tadi. Sudah diam!” bentakku pada Onew yang melihatku sinis. Akhirnya dia diam dan pergi keluar dari kamar ini. Aku melihat Yuri yang menekuk lututnya dan menangis. Jangan bilang dia sudah sadar sesuatu?

“Yul?” panggilku pada Yuri. Dia hanya menengok dan kembali pada posisinya tadi.

“Ya, aku tahu” Yuri mengoceh. Padahal tadi aku hanya memanggilnya bukan bertanya kan? “JONGHYUN MENINGGAL IYAKAN?!” teriak Yuri yang hampir saja membuatku jatuh.

“IYAKAN MINHO?” teriak Yuri lagi. Sekarang ia hanya menangis. Aku bahkan tidak tahu harus berbuat apalagi. Selain ini.

Yuri POV

Sekarang aku tahu. Jonghyun meninggalkan Minho, Onew? Oppa, kenapa pergi secepat itu hah?! Aku masih ingin Jonghyun disini!

“Yul?” panggil Minho yang membuatku menengok sesaat. Matanya entah kenapa membuatku kesal menatapnya. Dan aku lebih memilih mununduk lagi. Apa benar Jonghyun pergi Tuhan?! “Ya, aku tahu” aku mengoceh lagi. Entah apa fikiranku hanya terlintas untuk Jonghyun. Aku masih butuh kepastian! Aku mohon.

Hey Minho. Kenapa kau hanya diam begitu sih?! Dasar bodoh! Kenapa tidak memberitahuku dan malah mencegah Onew diam?! “JONGHYUN MENINGGAL IYAKAN?!” aku sedikit berteriak. Entah kenapa suara ini keluar dengan suara tinggi yang tidak aku rencanakan tadi. Aku masih melihat Minho hanya menatapku kasihan. Ya kasihan, tapi aku masih ingin jawaban itu! “IYAKAN MINHO?!” suara itu kembali keluar dari mulutku. Sekarang aku hanya menangis.

“Ne. Jonghyun meninggal” jawab Minho yang membuatku makin tidak bisa menahan tangisku didepannya. Makin lama Minho makin dekat kearahku. Entah apa yang akan dia lakukan aku tidak tahu. Tapi kenapa…

“Minho-ssi, aku tidak mau sendirian” Minho memelukku. Hangat. Aku makin tidak bisa menahan air mataku lagi. Aku sangat takit. Sekarang aku sendirian kan? Eomma, appa, sekarang Jonghyun? Aku benci ini!

“Masih ada aku, Taemin, Onew, dan Key disini. Jangan anggap dirimu sendiri lagi oke?” Minho mengusap rambutku lembut dan melepaskan pelukannya. Aku melihatnya tersenyum. Senyum yang belum pernah aku lihat selama aku diapartemen milik Onew. Dan senyumnya ini sangat tulus aku rasa.

“Memangnya kau… hhh… sudahlah lupakan” aku mengigit bibirku sendiri. Entah perasaan apa ini aku bingung. Aku sedih, dan aku hah sudahlah!

“Kita teman sekarang, dan aku harap bisa lebih dari itu hehe” Minho keluar dari kamar ini. Dan sekarang tinggal aku sendiri disini. Tapi, apa maksudnya tadi? Ahahaha.

* * * *

Aku melihat HP disamping kasurku. Sekarang tanggal mm.. 13. MWO?! Seingatku aku tertabrak kemarin, 12 Februari kan?! ASTAGA!! Sekarang jam 4 pagi?! Ya ampun?!

“Oppa” aku menepuk pundak Onew berkali-kali sampai ia bangun. Matanya masih sembab. Apa jangan-jangan karna Jonghyun?

“Oppa, aku mau pulang!” aku kembali menepuk pundak Onew. Ia terkejut melihatku turun dari kasur dengan keadaan seperti ini mungkin?

“Yul, ini masih pagi. Arasseo?” Onew bangkit dari kursi sofa. Lalu mengajakku berkeliling rumah sakit untuk menenangkanku sementara.

“Sudah dengarkan dari Minho?” tanya Onew disela-sela perjalanku mengelilingi rumah sakit.

“Soal Jonghyun?” tanyaku pelan dikursi roda. Onew hanya mengangguk. Aku diam, dan sekarang aku menatap gantungan HP-ku. Gantungan bergambar Mickey Mouse pemberian Jonghyun. Aku melihat sesaat gantungan itu tersenyum kecil. Aku tidak tahu ini nyata atau tidak. Tapi aku rasa Jonghyun sedang tersenyum padaku disana, kurasa.

“Kenapa?” tanya Onew.

“Aniyo” jawabku singkat dan kembali tersenyum kepada gantungan Mickey itu.

“Jonghyun akan dimakamkan hari ini. Kau mau ikut? Aku rasa dia akan senang kalau kau datang” jelas Onew. Aku hanya tersenyum dan mengangguk pelan, dan sesekali air mata turun.

* * * *

“Jangan menangis noona. Kau hanya akan membuatnya sedih” kata Taemin yang mengenakan kaos dan celana hitam. Aku memang menangis, tapi aku berdo’a untuknya kok sungguh. Jadi dia tidak mungkin sedih kan?

“Ya, kita berlima. Sekarang kau jadi pengganti Jonghyun. Jadi kita tetap berlima”  kata Onew dengan senyumnya yang masih sama dengan tadi pagi.

“Jonghyun tidak bisa diganti!” kesal Key sambil sesekali menyeka air matanya dengan kasar.

“Ya, ya, Jonghyun tidak akan bisa diganti orang lain. Sudahlah, jangan menangis lagi. Harusnya bukan kau yang paling bersedih. Mestinya Yuri” bela Minho yang mendorong kursi rodaku.

TBC


Advertisements

Single Post Navigation

14 thoughts on “[Fanfiction] Dark Valentine part 4

  1. wah uda ada part 4nya juga :3 maaf yah ga comment dipart 3 ! hoho 😀
    lanjut lanjut yaah ,seru !

  2. Jonghyun mati?? T.T. Huweeee~~~~~ T.T
    wae???
    part ke 5 nya sangat ditunggu~
    T.T wae??? T.T * ah, ge-je, ga usah dipeduliin yg terakhirx

  3. yg ini sedih, yah.. walau aQ terlalu suka sm cerita sedih yg bs buat aQ ke byang2 terus tp bagus kok
    di tunggu next chap

  4. maksudku g terlalu suka sm cerita sedih cozz buat jd sedih jg tp bagus FF nya ditunggu ya…

  5. suka suka
    lanjut chingu.
    Aku udah baca dri awal part1
    tp, gak bisa2 ngoment.
    Mian ya, bru ngoment.

    Ff nya bgus.
    Aku suka bgt minyul soal.a

  6. Nggak, kok… Yuri pantes pake baju pink,,,*ga tanya
    Wooaah~ Ada Siwon, nie…
    KyYaAaA….!! Kenapa, Kenapa Jjong is dead?? T.T
    Mungkin gara-gara judulx ‘Dark Valentine’, ya…??
    Tapi, tapi…. Jangan sampai yang lain mati… No…*Geje, deh -,-

    • tau tuh yuri ga pedean :O
      tadinya pinginnya yang mati bukan jjong, cuma karna ceritanya jjong itu sepupu Yuri terpaksa deh TwT
      yup betul ckck. ga ah, nanti yuri mati aja *dibunuh yurisistable ._.
      tunggu lanjutannya aja chingu. dan pasti aku udah nangis duluan T___T

  7. cepetan publish dunk.
    Udah nunggu2 nih!!
    Aku harap,
    minyul moment.a buAAaanyaakK…

  8. Itu jjong mati kenapa chingu ? koq aq masih bingung ya hehehe
    *maklum lemot*
    Lanjut aja dech ^^
    GOOD JOB 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: